Selanjutnya bagaimana agar literasi membaca menjadi salah satu potensi yang dikuasai individu? Salah satu faktor yang menentukan adalah motivasi membaca. Motivasi membaca selama ini dianggap sebagai faktor yang paling penting dalam upaya menciptakan individu yang gemar dan berhasil dalam membaca. Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa pembelajar yang memiliki motivasi yang tinggi cenderung memiliki skor kemampuan membaca yang tinggi pula.
Akan tetapi, ternyata ada faktor penting lain yang perlu diperhatikan dalam meraih kemampuan membaca yang baik, yaitu kemauan atau volition. Motivasi membaca dapat mengarahkan seseorang untuk membaca, tetapi, dengan volition atau iradah seseorang dapat bertahan untuk melakukan kegiatan membaca meskipun terjadi gangguan atau alternatif kegiatan lain.
Tidak mudah menciptakan para pembelajar yang memiliki kemauan (volition) dan motivasi yang tinggi untuk membaca. Untuk itu diperlukan suatu pembelajaran literasi dengan pandangan konstruktivistik sosial. Menurut pandangan ini motivasi seseorang akan muncul langsung dari interaksi seseorang dengan yang lain dalam suatu aktivitas yang terus menerus sehingga menghasilkan individu yang autotelik. Mereka akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan ketekunan yang kuat secara mandiri hingga dia mencapai kondisi yang flow.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembelajaran literasi membaca dengan pandangan konstruktivistik sosial ini dilakukan melalui prinsip membangun sistem budaya literasi di lingkungan literasi. Di dalam lingkungan literasi tersebut pembelajar dibiasakan melakukan praktik literasi membaca untuk menemukan makna bacaan yang dapat digunakan untuk kehidupan nyata. Keberhasilan pembelajar mendapatkan makna bacaan melalui praktik budaya literasi di lingkungan literasi ini akan menghasilkan kepercayaan diri untuk mendukung motivasi membaca.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


















