Dewan Pengawas PKBSI Soroti Pentingnya Konservasi dan Kesejahteraan Satwa di Bandung Zoo

- Publisher

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

JAKARTA — CEO Faunaland sekaligus Dewan Pengawas Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia, Danny Gunalen, menilai masa depan Bandung Zoo perlu diarahkan kembali pada fungsi utama lembaga konservasi, yakni perlindungan satwa, kesejahteraan hewan (animal welfare), serta pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Danny dalam kegiatan Faunaland Media Experience di Faunaland Buperta Cibubur, Jakarta Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti besarnya perhatian publik terhadap kondisi Bandung Zoo karena kebun binatang itu memiliki nilai sejarah dan kedekatan emosional dengan masyarakat Bandung.

Baca Juga :  Perjalanan KA Saat Nataru Ditambah, Dirut KAI Imbau Pengguna Jalan Tingkatkan Disiplin Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang

Menurut Danny, pembahasan mengenai Bandung Zoo seharusnya tidak lagi berfokus pada konflik berkepanjangan, melainkan pada upaya memperbaiki kualitas pengelolaan dan kesejahteraan satwa di dalamnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut perhatian terhadap kondisi satwa di Bandung Zoo bahkan sempat menjadi sorotan internasional setelah muncul sejumlah isu terkait satwa beberapa waktu terakhir. Dari situ, kata dia, muncul kepedulian berbagai pihak terhadap aspek animal welfare dan konservasi.

Baca Juga :  Tingkatkan Kenyamanan dan Keamanan Penumpang, Jasa Raharja dan PT ASDP Maksimalkan Peran Ferizy

Danny mengatakan salah satu mitra Faunaland, Vantara, sempat meminta tim dokter hewan melakukan survei kondisi satwa di Bandung Zoo. Selain itu, Faunaland juga disebut menjalin kerja sama konservasi dengan Bin Zayed Conservation Foundation untuk memperkuat perlindungan satwa dan pengembangan konservasi.

Menurutnya, kolaborasi internasional penting dilakukan agar pengelolaan lembaga konservasi di Indonesia dapat berkembang mengikuti standar global, terutama dalam penguatan animal welfare, kesehatan satwa, dan pengembangan konservasi.

Penulis : Adi

Editor : Shireni

Berita Terkait

Tembus 840 Ribu Pengguna, Commuter  Line Area 2 Bandung Catat Kenaikan Seiring Kembalinya Aktivitas Pekerja
PTDI Gelar Ramadan Berbagi, Ratusan Paket Sembako Disalurkan
Len – BSSN Selaraskan Strategi Keamanan Siber Nasional
Tingkatkan Layanan, Commuter Line Bandung Raya Diperpanjang Hingga Cicalengka Per 1 Februari 2026
KAI Daop 2 Bandung Mulai Jual Tiket Lebaran 2026, Pemesanan Dibuka H-45
Jalur Rel di Wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta Berangsur Pulih, KAI Daop 2 Bandung Lakukan Penyesuaian Operasional
UPI Bebaskan UKT sebagai Apresiasi kepada Mahasiswa Peraih Medali di SEA Games 2025 Thailand
PT INTI Gandeng Global Partner India untuk Perkuat Kedaulatan Digital melalui Solusi Intelligent Cyber

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:09 WIB

KAI Daop 2 Bandung Jalin Silaturahmi Bersama Komunitas Railfans, Perkuat Kolaborasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:18 WIB

Pecah Rekor!, Pengguna Commuter Line Bandung Lampaui Angka 1 Juta

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:00 WIB

Tembus 840 Ribu Pengguna, Commuter  Line Area 2 Bandung Catat Kenaikan Seiring Kembalinya Aktivitas Pekerja

Senin, 23 Maret 2026 - 11:32 WIB

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 94 Ribu Pelanggan Selama Dua Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:29 WIB

Penumpang Commuter Line Lokal Bandung Lebaran 2026 Tumbuh 6% Dibanding Tahun Lalu

Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:47 WIB

KAI Commuter Area 2 Bandung Layani Lebih dari 581 Ribu Pengguna Selama Angkutan Lebaran

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:57 WIB

Jelang Hari Raya Idul Fitri, KAI Commuter Area 2 Bandung Siap Sambut Puncak Mobilitas Penumpang

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:41 WIB

Masa Angkutan Lebaran 2026, Stasiun Bandung Jadi Stasiun Keberangkatan Dengan Volume Pemudik Lokal Terbanyak

Berita Terbaru