BANDUNG — Peran orang tua, khususnya ayah dan bunda, dinilai menjadi fondasi utama dalam pembentukan akhlak anak sejak usia dini. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Parenting Class bertajuk “Dari Rumah untuk Dunia: Peran Ayah dan Bunda Sebagai Pondasi Akhlak Anak di Usia Dini” yang digelar oleh SD Rumah Anak Cemara di Hotel Sakti, Sabtu (18/4), dengan diikuti para peserta dari kalangan orang tua siswa.
Psikolog Sovia Sahid menegaskan bahwa proses pengasuhan anak bukanlah sesuatu yang instan, melainkan membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Ia mengingatkan bahwa dalam perspektif keimanan, yang dinilai bukan hanya hasil akhir, tetapi juga proses yang dijalani orang tua dalam mendidik anak.
“Mengasuh itu proses, tidak ada yang instan. Yang dinilai bukan hanya hasilnya, tapi bagaimana usaha kita dalam mendidik anak,” ujar Sovia di hadapan para peserta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mencontohkan kisah Nabi Nuh yang tidak berhenti mengajak anaknya kepada kebaikan hingga akhir hayat. Dari kisah tersebut, orang tua diharapkan tidak mudah menyerah meskipun anak belum menunjukkan perubahan sesuai harapan.
Menurutnya, sikap tawakal menjadi kunci dalam pengasuhan. Orang tua perlu berusaha maksimal, mulai dari mencari ilmu hingga menerapkan pola asuh yang baik, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Tuhan.
“Kalau kita sudah berusaha dan hasilnya belum terlihat, itu bagian dari rencana terbaik. Tugas kita adalah terus berproses, sabar, dan berdoa,” katanya.
Dalam pemaparannya, Sovia juga menekankan pentingnya akhlak dibandingkan kecerdasan intelektual semata. Ia menyebut, di era perkembangan kecerdasan buatan (AI), kemampuan intelektual tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu keberhasilan.
Penulis : Adi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















