BANDUNG — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Rumah Sakit Adhyaksa di Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Dukungan itu ditandai dengan kehadiran pimpinan kampus dalam peletakan batu pertama, Senin (23/2), di atas lahan bekas pacuan kuda seluas ±88.373 meter persegi yang dihibahkan kepada Kejaksaan Republik Indonesia.
Momentum ini menjadi tonggak penting pengembangan layanan kesehatan berstandar nasional di wilayah Bandung Barat. RS Adhyaksa Lembang direncanakan menjadi rumah sakit kelima yang dikelola Kejaksaan RI di Indonesia, dengan target pembangunan rampung dalam waktu satu tahun.
Rektor UPI, Didi Sukyadi, menegaskan bahwa kehadiran RS Adhyaksa tidak hanya memperluas akses layanan medis bagi masyarakat Jawa Barat, tetapi juga membuka ruang kolaborasi strategis dalam pendidikan kedokteran, riset kesehatan, dan praktik klinis mahasiswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keberadaan RS Adhyaksa di Lembang menjadi momentum penguatan pendidikan kedokteran dan riset kesehatan. Sinergi antara rumah sakit dan kampus akan memperkaya ekosistem pendidikan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap pembangunan rumah sakit ini merupakan wujud nyata konsep Perguruan Tinggi Berdampak. Menurutnya, kampus harus hadir sebagai bagian dari solusi atas kebutuhan masyarakat, termasuk dalam penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
Ke depan, RS Adhyaksa Lembang akan menyediakan layanan medis umum, penunjang klinis, layanan forensik dan medikolegal, hingga rehabilitasi medis, termasuk penanganan penyalahgunaan narkotika secara medis sesuai pedoman yang berlaku. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat sistem rujukan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di kawasan Bandung Raya dan sekitarnya.
Penulis : Adi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2 Selanjutnya


















