Danny juga menegaskan kebun binatang modern tidak seharusnya hanya berorientasi pada aspek komersial. Ia menilai keberhasilan lembaga konservasi justru terlihat dari kemampuan satwa berkembang biak dan, bila memungkinkan, dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
“Kalau satwa bisa berkembang biak dengan baik, itu menunjukkan animal welfare dan kualitas pemeliharaannya juga baik,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengakui pengelolaan konservasi tetap membutuhkan dukungan finansial agar dapat berjalan berkelanjutan. Karena itu, menurutnya, pengelola kebun binatang harus mampu menjaga keseimbangan antara konservasi, edukasi, kesejahteraan satwa, dan keberlanjutan operasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Danny menambahkan Faunaland sendiri mengembangkan konsep urban conservation yang memadukan edukasi, interaksi satwa, dan pengalaman keluarga di kawasan perkotaan.
Terkait proses seleksi pengelola Bandung Zoo, Danny menegaskan seluruh keputusan berada di tangan Pemerintah Kota Bandung dan kementerian terkait sesuai mekanisme yang berlaku. Ia menyebut pihaknya hanya memperkenalkan konsep pengelolaan konservasi dan animal welfare yang dikembangkan Faunaland.
Menurut Danny, Bandung Zoo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat konservasi satwa endemik Jawa Barat, termasuk Macan tutul jawa yang populasinya terus terancam di alam liar.
Penulis : Adi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2


















