Pesta Demokrasi harus hasilkan pemimpin yang membangun

- Publisher

Senin, 17 Oktober 2022 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengharapkan pesta demokrasi yang digelar 5 tahunan tidak hanya sekedar menghabiskan anggaran, namun menghasilkan pemimpin yang luar biasa yang mampu membangun ekonomi, infrastruktur pendidikan masyarakatnya.

Pada 15 Februari 2017, masyarakat Indonesia mengadakan pesta politik.

Pesta politik itu ditandai dengan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara bersamaan. Pilkada serentak yang digelar tahun ini kembali menguji kemampuan masyarakat untuk kembali memilih kepala daerah secara demokratis. Pilkada akan digelar di 101 dareah, yang terdiri dari 7 Provinsi, 76 Kabupaten, dan 18 Kota di Indonesia.

Merujuk data Komisi Pemilihan Umum (KPU), tahun 2017 pilkada diikuti oleh 25 pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, 246 pasangan calon bupati dan wakil bupati, serta 57 pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

Tahun 2017 merupakan kali kedua Indonesia mengadakan pilkada secara serentak. Kali pertama pilkada diselenggarakan pada 2015 dengan jumlah peserta 269 daerah dan berjalan dengan lancar. Jika tahun ini hanya diikuti oleh 101 daerah, maka pilkada diharapkan bisa lebih sukses dari 2015.

Melalui pesta politik lokal ini, masyarakat berharap akan lahir pemimpin-pemimpin berkualitas dan bertanggung jawab. Jangan sampai mereka merasa kecewa terhadap kepala daerah yang terpilih secara langsung lewat pilkada karena harapan dan janji yang disampaikan saat kampanye berbanding terbalik setelah menjabat.

Baca Juga :  Perlu gandeng Organisasi Masyarakat untuk jaga kondusivitas Pilkada Serentak

Banyak kepala daerah setelah terpilih justru tak mampu memegang amanah yang sudah diberikan dan malah semakin menjauh dari rakyat. Padahal  pemimpin itu harus dekat dengan rakyat dan apa yang dijanjikan ketika kampanye harus dipenuhi dan dilakukan dengan sepenuh hati. Sebagaimana ungkapan lama, bahwa janji itu adalah hutang, menepatinya sama dengan membayarnya.

Berita Terkait

OPINI: Pentingnya Peran Pengadaan Barang dan Jasa dalam Mengelola Aset Perusahaan
OPINI: Menimbang Perlunya Proteksi dan Adaptasi dalam Era Digital
Soekarno, Soekarnoisme dan KeIndonesiaan
Gelombang Panas Ekstrem: Ancaman Terhadap Kesehatan dan Lingkungan di Indonesia dan Negara-Negara Lainnya
Membangun Masyarakat Indonesia yang Literatif untuk kehidupan yang Cendikia
Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tahun Politik
Perlu gandeng Organisasi Masyarakat untuk jaga kondusivitas Pilkada Serentak
Pilkada serentak tidak boleh ada lagi Politik Identitas
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:28 WIB

Karya Kreator Uqi Mejeng di Bandara Husein, Bukti Talenta Disabilitas Mampu Bersaing

Kamis, 3 September 2026 - 12:45 WIB

Cegah Bahaya Kelistrikan, PLN Ingatkan Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Listrik

Kamis, 3 September 2026 - 09:54 WIB

Bio-RV, Vaksin Rotavirus Neonatal Kolaborasi Bio Farma dan MCRI, Peroleh Izin Edar BPOM RI

Selasa, 1 September 2026 - 14:57 WIB

Festival Olahraga Tradisional Rancasari, Kenalkan Permainan Rakyat kepada Generasi Muda

Selasa, 1 September 2026 - 13:01 WIB

Hari Polwan, Warga Bandung Titip Harapan untuk Para Srikandi Bhayangkara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:06 WIB

Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Semarakan HUT ke-81 RI, KAI Commuter Hadirkan Tarif Spesial Rp8

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:34 WIB

KAI Commuter Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Commuter Line Walahar dan Jatiluhur Dengan Operasikan Hall Baru Stasiun Cikampek

Berita Terbaru