Gelombang Panas Ekstrem: Ancaman Terhadap Kesehatan dan Lingkungan di Indonesia dan Negara-Negara Lainnya

- Publisher

Minggu, 4 Juni 2023 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI — Gelombang panas ekstrem telah menjadi salah satu dampak perubahan iklim yang semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia dan sejumlah negara lainnya. Fenomena ini membawa konsekuensi serius bagi kesehatan manusia, ekosistem, dan sektor pertanian, dan menuntut langkah-langkah adaptasi yang efektif untuk menghadapinya.

Gelombang panas terjadi ketika suhu udara secara signifikan melebihi rata-rata yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu, biasanya lebih dari beberapa hari hingga minggu. Indonesia, dengan iklim tropisnya, telah mengalami gelombang panas yang parah dalam beberapa tahun terakhir. Negara-negara lain seperti Australia, India, dan Amerika Serikat juga telah menghadapi gelombang panas ekstrem yang mengakibatkan kematian, kebakaran hutan, dan kerugian ekonomi yang signifikan.

Baca Juga :  Pilkada serentak tidak boleh ada lagi Politik Identitas

Salah satu dampak paling jelas dari gelombang panas adalah ancaman terhadap kesehatan manusia. Suhu yang ekstrem dapat menyebabkan gangguan termal, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua, dan individu dengan kondisi medis yang sudah ada. Dehidrasi, kelelahan panas, hingga penyakit serius seperti heatstroke dapat terjadi akibat paparan yang berkepanjangan terhadap suhu yang tinggi. Oleh karena itu, penting bagi individu dan masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti memastikan hidrasi yang cukup, mencari tempat yang teduh, dan menghindari aktivitas fisik yang berat selama periode panas yang ekstrem.

Foto: BMKG

Penulis : Dhardiana

Editor : Dhardiana

Berita Terkait

OPINI: Pentingnya Peran Pengadaan Barang dan Jasa dalam Mengelola Aset Perusahaan
OPINI: Menimbang Perlunya Proteksi dan Adaptasi dalam Era Digital
Soekarno, Soekarnoisme dan KeIndonesiaan
Membangun Masyarakat Indonesia yang Literatif untuk kehidupan yang Cendikia
Pesta Demokrasi harus hasilkan pemimpin yang membangun
Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tahun Politik
Perlu gandeng Organisasi Masyarakat untuk jaga kondusivitas Pilkada Serentak
Pilkada serentak tidak boleh ada lagi Politik Identitas

Berita Terkait

Senin, 1 Desember 2025 - 17:50 WIB

Jawaban bagi Generasi Muda! Podomoro Park dan PT Shimizu Pembangunan Pratama Gandeng 6 Bank Nasional Hadirkan Hunian Terjangkau Berstandar Kelas Dunia

Rabu, 26 November 2025 - 14:53 WIB

KAI Dan KAI Commuter Lakukan Penyesuaian Jadwal Commuter Line Walahar Per 1 Desember 2025

Minggu, 16 November 2025 - 09:17 WIB

Diskon 20 Persen di Bulan November, KCIC Catat Rata-Rata Rombongan Per Hari Naik Dua Kali Lipat

Senin, 10 November 2025 - 19:21 WIB

104 Proyek Investasi di WJIS 2025 Bakal Jadi Magnet Investor Global

Minggu, 9 November 2025 - 10:37 WIB

West Java Festival 2025 Suguhkan Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal Sunda

Sabtu, 8 November 2025 - 08:52 WIB

Gubernur Jabar dan Dirut KAI Kolaborasi Hadirkan “Kereta Petani dan Pedagang” untuk Jawa Barat

Jumat, 7 November 2025 - 19:46 WIB

Gubernur Jabar dan Dirut KAI Bahas Modernisasi Jalur Kereta Jakarta-Bandung Target Waktu Tempuh 1,5 Jam

Jumat, 7 November 2025 - 18:41 WIB

Gubernur Jabar Dukung Optimalisasi Jalur Nambo-Citayam

Berita Terbaru

Olivia Yuliana (tengah) bersama kerabat dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPOK, Dr. Dian Budiana, M.Pd.,

Berita Nasional

UPI Bebaskan UKT Mahasiswi Korban Banjir Bandang Sumatera Barat 

Selasa, 2 Des 2025 - 08:26 WIB