Soekarno, Soekarnoisme dan KeIndonesiaan

- Publisher

Selasa, 6 Juni 2023 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG (OPINI) — Dalam sebuah perbincangan yang hangat di masjid Nabawi Madinah Arab Saudi beberapa waktu lalu, saya berdialog dengan warga negara Sudan, begitu kagetnya setelah memperkenalkan bahwa saya dari Indonesia, orang sudan tersebut langsung mengucapkan Soekarno, Asia Afrika, sontak saya langsung terharu sekaligus bangga karena Bung Karno ‘milik’ dunia, selama ini saya hanya mendengar  testimoni oleh warga dunia tentang Bung Karno dari orang lain, ternyata saya langsung mendengarkan sendiri.

Di Juni ini terasa lengkap jika bangsa Indonesia memotret sekaligus memfigura yang kemudian menjadi legacy tentang perjalanan kehidupan Bapak Bangsa Indonesia yaitu Soekarmo yang lebih familiar Dipanggil dengan Bung Karno. Sederet angka menjadi tanggal yang penting ketika menjelaskan Tentang figur Bung Karno. Dimulai dari tanggal 1 Juni dimana Bung Karno berpidato dalam sidang BPUPKI yang menjawab keinginan peserta sidang untuk membicarakan tentang dasar negara Indonesia dengan mengusulkan tentang Pancasila dan hari ini tanggal 6 Juni merupakan hari lahirnya Bung Karno dan 21 Juni wafatnya.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Bandung Sebut Pilkada 2024 Harus Jujur, Aman, Kondusif dan Terkendali

Bung Karno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901, dengan nama Koesno. Berdasarkan sejarah lahirnya itulah Bung Karno di juluki Putra Sang Fajar, “ketika aku lahir, saat itu bukan hanya awal dari hari yang baru, tetapi juga awal dari abad yang baru. Aku dilahirkan pada 1901.” Ayahnya Raden Soekemi Sosrodihardjo seorang bangsawan Jawa, seorang guru dan penganut theosofi. Ibunya Ida Ayu Nyoman Rai bangsawan kerajaan Singaraja, Bali. Hubungan Bung Karno dan ibunya sangat dekat. Pendidikan dari ibunya menekankan pentingnya budi pekerti dan jiwa kesatria dalam para tokoh cerita pewayangan, yang lekat dengan perjuangan hak-hak rakyat tertindas.

Editor : Maura Dzakiya

Berita Terkait

Merawat Memori Konstitusi MPR di Gedung Merdeka
KDM Komitmen Hadirkan Akses Listrik untuk Seluruh Warga Jabar Tahun Depan
Tiga Calon Rektor UPI Adu Gagasan di Forum Terbuka, Siap Bawa Kampus Jadi Rujukan Asia 2030
Ketua Panitia Pilrek UPI: Tiga Besar Calon Rektor UPI Ditetapkan, Public Hearing Digelar 8 Mei
75 Tahun Indonesia – Thailand: Batagor dan Tomyum Adu Kelezatan di Pendopo Kota Bandung
Memperjuangkan Kemerdekaan Palestina Adalah Janji Sejak KAA 1955
Sekda Herman Suryatman: Hidupkan Kembali Bandung Spirit dalam Semangat Solidaritas dan Kemandirian
Sekda Herman Suryatman Tinjau Langsung PSU Kabupaten Tasikmalaya

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 15:29 WIB

1.000 Bapak Sajikan Sarapan Untuk Istri, Tercatat Rekor Muri Di Bandung

Minggu, 27 September 2026 - 13:44 WIB

Merawat Memori Konstitusi MPR di Gedung Merdeka

Senin, 14 September 2026 - 16:01 WIB

XLSMART Dorong Ekonomi Sirkular Bawa #ByeByeBox untuk Kelola E-Waste ke ITB

Jumat, 11 September 2026 - 06:59 WIB

Ketika Anak Jadi Duta Kecil Kesehatan Gigi bagi Keluarga dan Lingkungan

Kamis, 3 September 2026 - 12:45 WIB

Cegah Bahaya Kelistrikan, PLN Ingatkan Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Listrik

Selasa, 1 September 2026 - 14:57 WIB

Festival Olahraga Tradisional Rancasari, Kenalkan Permainan Rakyat kepada Generasi Muda

Selasa, 1 September 2026 - 13:01 WIB

Hari Polwan, Warga Bandung Titip Harapan untuk Para Srikandi Bhayangkara

Selasa, 1 September 2026 - 07:04 WIB

Wagub Erwan Canangkan Wakaf Digital, Cocok dengan Kebiasaan Generasi Muda

Berita Terbaru

Headline

Merawat Memori Konstitusi MPR di Gedung Merdeka

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:44 WIB