Pilkada serentak tidak boleh ada lagi Politik Identitas

- Publisher

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saya tidak akan membahas mengapa bisa terbagi menjadi dua kelompok seperti diatas , namun saya akan membahas bagaimana dampak dari politik identitas ini bagi bangsa dan negara kita. Politik  identitas  memberikan  ruang  besar  bagi  terciptanya  keseimbangan dan pertentangan menuju proses demokratisasi  sebuah negara.

Apabila tidak dikelola dengan tepat dan bijak akan menyebabkan hancurnya stabilitas negara. Pertentangan antara  kedua-dua  identitas tersebut dapat mengancam kestabilan  negara apabila pemerintah tidak memiliki political will dalam menengahi isu ini.  Bukan saja kepentingan politik yang dipertaruhkan melainkan juga kepentingan masyarakat luas,  sebab politik identitas sebagai politik perbedaan merupakan  tantangan tersendiri bagi tercapainya sistem demokratisasi yang  mapan.

Baca Juga :  Gelombang Panas Ekstrem: Ancaman Terhadap Kesehatan dan Lingkungan di Indonesia dan Negara-Negara Lainnya

Sebagai contoh , masa penjajahan dulu kita mampu bersatu sebab kita memiliki satu identitas , yakni bangsa Indonesia , kita mampu melawan penjajah karena dilandasi semangat persatuan tersebut , namun , jika salah mengelola , maka politik identitas akan membuat masyarakat terpecah belah seperti saat Pilkada DKI. Yang mana sampai saat ini pun masyarakat semakin terkotak-kotak dan terbagi tidak hanya dalam kehidupan perpolitikannya namun juga sosial dan budayanya.

Hal ini jika dibiarkan terus menerus akan mengoyak stabilitas bangsa. Dan ini cukup disayangkan mengingat perbedaan yang kita miliki sejatinya pernah menjadi kekuatan kita , saat ini malah menjadi senjata yang menghancurkan kita dari dalam bangsa kita sendiri. Solusinya hanya satu , dialog.

Berita Terkait

OPINI: Pentingnya Peran Pengadaan Barang dan Jasa dalam Mengelola Aset Perusahaan
OPINI: Menimbang Perlunya Proteksi dan Adaptasi dalam Era Digital
Soekarno, Soekarnoisme dan KeIndonesiaan
Gelombang Panas Ekstrem: Ancaman Terhadap Kesehatan dan Lingkungan di Indonesia dan Negara-Negara Lainnya
Membangun Masyarakat Indonesia yang Literatif untuk kehidupan yang Cendikia
Pesta Demokrasi harus hasilkan pemimpin yang membangun
Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tahun Politik
Perlu gandeng Organisasi Masyarakat untuk jaga kondusivitas Pilkada Serentak
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 15:29 WIB

1.000 Bapak Sajikan Sarapan Untuk Istri, Tercatat Rekor Muri Di Bandung

Minggu, 27 September 2026 - 13:44 WIB

Merawat Memori Konstitusi MPR di Gedung Merdeka

Senin, 14 September 2026 - 16:01 WIB

XLSMART Dorong Ekonomi Sirkular Bawa #ByeByeBox untuk Kelola E-Waste ke ITB

Jumat, 11 September 2026 - 06:59 WIB

Ketika Anak Jadi Duta Kecil Kesehatan Gigi bagi Keluarga dan Lingkungan

Kamis, 3 September 2026 - 12:45 WIB

Cegah Bahaya Kelistrikan, PLN Ingatkan Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Listrik

Selasa, 1 September 2026 - 14:57 WIB

Festival Olahraga Tradisional Rancasari, Kenalkan Permainan Rakyat kepada Generasi Muda

Selasa, 1 September 2026 - 13:01 WIB

Hari Polwan, Warga Bandung Titip Harapan untuk Para Srikandi Bhayangkara

Selasa, 1 September 2026 - 07:04 WIB

Wagub Erwan Canangkan Wakaf Digital, Cocok dengan Kebiasaan Generasi Muda

Berita Terbaru

Headline

Merawat Memori Konstitusi MPR di Gedung Merdeka

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:44 WIB