Pilkada serentak tidak boleh ada lagi Politik Identitas

- Publisher

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keras dan sporadisnya politik identitas pada saat itu membuat masyarakat tersegregasi dan terbelah menjadi dua kubu yang berlawanan ,  Petahana versus oposisi. Cebong versus Kampret. Sebenarnya apa makna sesungguhnya dari politik identitas ? Uraian mengenai  politik identitas tidak terlepas dari makna identitas itu sendiri.  Suparlan (2004:  25)  mengartikan identitas atau jati diri sebagai  pengakuan terhadap seorang individu atau suatu kelompok  tertentu yang menjadi satu kesatuan menyeluruh yang ditandai  dengan masuk atau terlibat dalam satu kelompok atau golongan  tertentu.

Baca Juga :  Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tahun Politik

Penggabungan ke dalam kelompok atau golongan  tertentu ini tentu tidak terlepas dari adanya rasa persamaan yang  didasari oleh sebuah identitas.  Identitas atau jati diri ini terdapat  dalam berbagai bentuk dan jenis seperti identitas gender, agama,  suku,  profesi,  dll.

Sehingga perkumpulan yang didasarkan pada  satu kesamaan identitas akan membentuk sebuah kelompok identitas. Politik identitas sendiri merupakan penjabaran dari  identitas politik yang dianut oleh warga negara berkaitan dengan  arah politiknya.

Politik identitas lahir dari sebuah kelompok  sosial yang merasa diintimidasi dan didiskriminasi oleh dominasi negara  dan pemerintah dalam menyelenggarakan sistem pemerintahan. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar lahirnya politik identitas  dalam persoalan kenegaraan.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa sebenarnya politik identitas adalah sebuah cara berpolitik yang didasarkan pada kesamaan identitas , di Indonesia sendiri politik identitas kerap dikerucutkan menjadi dua kelompok, yaitu nasionalis dan agamis.

Berita Terkait

OPINI: Pentingnya Peran Pengadaan Barang dan Jasa dalam Mengelola Aset Perusahaan
OPINI: Menimbang Perlunya Proteksi dan Adaptasi dalam Era Digital
Soekarno, Soekarnoisme dan KeIndonesiaan
Gelombang Panas Ekstrem: Ancaman Terhadap Kesehatan dan Lingkungan di Indonesia dan Negara-Negara Lainnya
Membangun Masyarakat Indonesia yang Literatif untuk kehidupan yang Cendikia
Pesta Demokrasi harus hasilkan pemimpin yang membangun
Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tahun Politik
Perlu gandeng Organisasi Masyarakat untuk jaga kondusivitas Pilkada Serentak
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 15:29 WIB

1.000 Bapak Sajikan Sarapan Untuk Istri, Tercatat Rekor Muri Di Bandung

Minggu, 27 September 2026 - 13:44 WIB

Merawat Memori Konstitusi MPR di Gedung Merdeka

Senin, 14 September 2026 - 16:01 WIB

XLSMART Dorong Ekonomi Sirkular Bawa #ByeByeBox untuk Kelola E-Waste ke ITB

Jumat, 11 September 2026 - 06:59 WIB

Ketika Anak Jadi Duta Kecil Kesehatan Gigi bagi Keluarga dan Lingkungan

Kamis, 3 September 2026 - 12:45 WIB

Cegah Bahaya Kelistrikan, PLN Ingatkan Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Listrik

Selasa, 1 September 2026 - 14:57 WIB

Festival Olahraga Tradisional Rancasari, Kenalkan Permainan Rakyat kepada Generasi Muda

Selasa, 1 September 2026 - 13:01 WIB

Hari Polwan, Warga Bandung Titip Harapan untuk Para Srikandi Bhayangkara

Selasa, 1 September 2026 - 07:04 WIB

Wagub Erwan Canangkan Wakaf Digital, Cocok dengan Kebiasaan Generasi Muda

Berita Terbaru

Headline

Merawat Memori Konstitusi MPR di Gedung Merdeka

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:44 WIB