Sementara Direktur Penelitian dan Evaluasi Jhpiego Siti Nurul Istiqomah menerangkan, pihaknya berupaya membantu pemerintah dalam memperkuat Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP) di Jawa Barat, mengingat hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kematian ibu. Melalui pelatihan kepada petugas kesehatan dalam peningkatan pelayanan, diharapkan dapat menekan jumlah kematian.
“Hari ini penutupan kerjasama Jhpiego dengan pemerintah Indonesia, utamanya Jawa Barat. Dimana kami membantu pemerintah untuk memperkuat KBPP. Dimana kami berharap, ibu-ibu sebelum pulang dari fasilitas kesehatan (setelah bersalin) sudah memanfaatkan KB. Jadi kami melakukan pelatihan kepada petugas kesehatan dalam melakukan supervisi. Ini juga untuk mengejar target pemerintah sebesar 70 persen, dimana ibu setelah 42 hari sudah memakai KB. Sebab sejauh ini angka cakupan nasional hanya 30 persen,” ucapnya.
“Di Jawa Barat kami melaksanakan di tiga daerah yaitu Kabupaten Karawang, Kota Bandung dan Kabupaten Bogor. Kita memilih penduduknya banyak, karena memikirkan daya ungkitnya. Setelah ini selesai, kami berharap pemerintah daerah dapat melanjutkan replikasi ke daerah lain untuk menekan angka kematian ibu,” tandasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2


















