Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardiana menambahkan, bahwa semangat masyarakat dalam pemberantasan korupsi tidak pernah padam dalam kondisi apa pun. Hal ini dibuktikan dengan submission karya film yang terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat sepanjang satu dekade ACFFEST ini sudah melahirkan 47 karya ide cerita serta 118 film pendek fiksi yang berhasil tayang di berbagai platform, seperti YouTube, Maxstream, Cinemaworld, Pesawat Garuda Indonesia, Kereta Api Indonesia, Genflix, hingga Bioskop Online.
“Di saat festival film lain terhenti karena pandemi, ACFFEST masih berjalan dengan submission karya yang selalu meningkat. Bahkan, total submission yang masuk dari 2013 hingga 2023 ada 4.700 submission dari sejumlah kategori. Keberlangsungan satu dekade ACFFEST juga menunjukkan bahwa KPK menghargai karya seni dalam perjuangan pemberantasan korupsi,” jelas Wawan.
Rektor Universitas Parahyangan Tri Basuki Joewono juga menyambut baik kehadiran ACFFEST 2024. Baginya, ACFFEST bukan sekadar ajang untuk mengedukasi tentang pentingnya kesadaran melawan korupsi, tetapi juga bentuk kolaboratif KPK dengan masyarakat dalam pemberantasan korupsi. “Kami berharap semoga kegiatan kolaboratif hari ini akan menegaskan, menguatkan, dan menggemakan komitmen untuk mewujudkan peradaban baru, yaitu manusia yang humanum, yang ditandai dengan berbudaya antikorupsi,” tuturnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada kesempatan ini, Plh Sekda Kota Bandung Hikmat Ginanjar turut mengapresiasi helatan ACFFEST yang sudah terselenggara selama 10 tahun ini. “ACFFEST 2024 ini diharapkan mampu menjadi pengembangan positif bagi pelaku seni maupun film yang terlibat. Dengan begitu, mampu memberikan efek domino yang baik bagi para pelaku lainnya. Sehingga bisa menjadi percontohan bagi sesama generasi muda dan masyarakat,” ucap Hikmat.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


















