Ia mengkritisi kecenderungan dunia pendidikan yang terlalu bergantung pada filsafat Barat tanpa menyesuaikannya dengan realitas sosial dan budaya lokal.
“Kita selalu bergulat pada filosofi Prancis, Yunani, atau Romawi, padahal mereka belum pernah hidup jadi Ketua RT di sini,” ucapnya disambut tawa hadirin.
Lebih lanjut, KDM menyebut UPI sebagai miniatur negara yang memiliki potensi melahirkan generasi berkarakter lengkap melalui nilai-nilai Panca Waluya. Ia mencontohkan keberadaan Fakultas Kedokteran yang harusnya mampu melahirkan dokter berjiwa sosial, bukan semata berorientasi industri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui refleksi tersebut, KDM mengajak seluruh sivitas akademika UPI untuk menjadikan Dies Natalis ke-71 sebagai momentum memperkuat jati diri pendidikan Indonesia yang berakar pada nilai-nilai lokal namun berorientasi global.
Penulis : Adi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2


















