Kepala BKD Jabar Sumasna menambahkan, dalam mengawal tiga pilar tersebut agar berjalan maksimal, Pemprov melakukan pengelolaan melalui aplikasi SIM Jawara. Dari sana juga, potensi ASN dapat diukur untuk mengisi posisi yang dibutuhkan. Kendati diakuinya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus digenjot supaya apa yang dicita-citakan dapat terealisasi sesuai harapan.
“Tiga pilar itu kita kawal. Jawa Barat memang belum dapat posisi ideal, memanfaatkan urusan manajerial SDM termasuk yang kami kelola SIM Jawara. Semua sudah ada di aplikasi itu, apakah memahami, itu situasi berbeda. Ini PR kami, bagaimana semua orang bisa optimalkan. Tapi ASN yang kita kelola kisaran 44 ribu, dapat diukur dari potensi dan kinerja dari situ. Walaupun tidak cukup dengan aplikasi saja, semua harus mempersiapkan diri,” paparnya.
ASN Bidang Perencanaan Teknik Dinas Sumber Daya Air Jabar Angga Trysa Yuherdha mengaku, program yang diterapkan Pemprov sangat membantunya dalam mengembangkan potensi diri. Kans yang diberikan kata dia, memotivasinya untuk semakin berkinerja baik. Apalagi dia sadar, tugas ASN adalah memberikan pelayanan publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam bekerja saya mencari hal yang bisa memotivasi saya yang membuat kinerja semakin baik. Melakukan inovasi walaupun kecil tapi berdampak besar di lingkungan kita. Menjadi booster penghargaan untuk bersaing. Kompetensi antar dinas. Memberikan yang terbaik. ASN pelayan publik menjadi dasar saya dalam bekerja,” ucapnya.
Sementara PPPK Guru SMKN 4 Banjar Sulhan Fathoni mengungkapkan, program yang dijalankan Pemprov Jabar membuat mereka tidak merasa dianaktirikan. Hal ini diyakininya dapat membuat PPPK di seluruh Jawa Barat, akan berupaya memberikan terbaik sebagai pelayan masyarakat.
Penulis : Mahira Dzikra
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


















