Maka dari itu, pengembangan kompetensi papar Hery harus diterapkan oleh semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Termasuk oleh pemerintah kabupaten/kota, supaya ASN di seluruh Jawa Barat mampu memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat, sesuai tugas dan fungsinya.
“Ini juga menjadi tanggungjawab kepala OPD. Harus menjadi top mind di kepala dinas. Termasuk kepala BKPSDM kabupaten/kota, karena mohon maaf hari ini belum menyentuh secara mendalam mengenai pengembangan kompetensi. Hari ini sikapnya masih reaktif,” tuturnya.
Pemprov Jabar tambah Hery, tidak hanya menuntut agar ASN mampu memenuhi ekspektasi mereka. Tetapi pihaknya juga memberikan jalan melalui program yang dilakukan. Tidak hanya itu, apresiasi berupa penghargaan turut diberikan supaya para ASN termotivasi, berlomba-lomba memberikan kemampuan terbaik bagi Jawa Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apresiasi selayaknya disampaikan kreditnya kepada ASN. Artinya Jawa Barat sudah berubah dalam mengelola pengembangan kompetensinya, termasuk membangkitkan motivasi PPPK,” terangnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, di masa digitalisasi saat ini. ASN juga harus memiliki kompetensi tambahan selain intellectual quotient (IQ), emotional quotient (EQ) dan spiritual qoutient (SQ). Kemampuan tersebut adalah communication qoutient (CQ), sebab diakuinya banyak kejadian ASN yang salah langkah. Maka dari itu dia berharap, dalam waktu dekat peningkatan kapabilitas komunikasi dapat dilakukan di Jawa Barat.
“Ada satu kompetensi zaman sekarang yang harus dimiliki ASN, ini masih digodok oleh kami. IQ, EQ, SQ, tambahan CQ (Communication Quotion) ini masih langka. Kami sedang menyusun modul kurikulum, minimal ASN Jabar kemampuan komunikasi jadi kompetensi wajib. Banyak yang kepeleset. Komunikasi pada pimpinan, kolega, publik dan sistem. Jadi ini penting dan harus kita miliki,” sambungnya.
Penulis : Mahira Dzikra
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


















