Kunjungan lainnya dari jemaah haji mandiri Kloter 38 adalah ke Jabal Rahmah, Muzdalifah, dan Mina. Walaupun jemaah sudah mendatanginya saat puncak haji, jemaah tampak antusias kembali ke tempat tersebut dengan suasana yang berbeda, kemudian disambung dengan mengunjungi Masjid Jin dan pemakaman Mala.
Hal serupa dilakukan Kloter KJT 13 asal Kabupaten Cirebon yang mengisi waktu menjelang keberangkatan ke Madinah.
Mereka menggelar city tour ke Kota Taif dan diakhiri mengambil miqat di Qarnul Manajil. Taif yang berjarak 67 kilometer dari Kota Makkah merupakan kota dengan suhu tidak sepanas Makkah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembimbing ibadah dari Kloter KJT 13 Ahsan Hariri mengatakan, city tour dilakukan untuk napak tilas perjalanan Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam.
“Kota Taif jadi salah satu kota bersejarah. Nabi Muhammad sempat mendapatkan penolakan bahkan dengan lemparan batu hingga akhirnya dapat diterima warga Taif,” ujarnya.
Di Kota Taif, tepatnya di sekitar Masjid Abdullah bin Abbas, banyak penjual menjajakan berbagai macam suvenir seperti parfum, sorban, abaya, jam tangan, kacamata, atau peci. Ada juga pedagang kacang-kacangan, kurma, anggur, tin, aprikot, dan delima.
Jemaah asal Bandung, Kusmana, mengatakan, city tour sangatlah bermanfaat bagi jemaah untuk lebih mengenal sejarah Islam, juga untuk meningkatkan pengetahuan dan keimanan tentang Islam.
“Alhamdulillah, city tour dan ibadah di Madinah sudah kami jalani sebelum masa wukuf dan kini menjalani city tour ke Jeddah, Taif, dan tempat-tempat lainnya. Ini menjadi semacam olahraga bagi jemaah, membugarkan diri, selain ke Masjidil Haram,” kata Kusmana.
Editor : Dhardiana
Sumber Berita : Humas Jabar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















