BANDUNG – Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang penuh dengan makna dan hikmah. Salah satu ibadah utama yang dilakukan pada hari tersebut adalah berkurban, yaitu menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi, atau unta sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Ibadah ini memiliki keutamaan luar biasa, tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga dari sisi sosial dan ekonomi.
Berkurban di Hari Raya Idul Adha bukan hanya sekadar menyembelih hewan, melainkan mengandung nilai-nilai spiritual yang mendalam, mempererat solidaritas sosial, dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, bagi umat Islam yang diberi kemampuan, berkurban adalah amalan yang sangat mulia dan patut diupayakan setiap tahunnya.
Keutamaan dari Sisi Agama
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi kaum muslimin yang mampu. Ibadah ini adalah bentuk ketaatan dan keteladanan terhadap Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan anaknya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk kepatuhan terhadap perintah Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan:
“Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan oleh anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah daripada menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, kukunya, dan bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban itu telah sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah. Maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)
Ibadah kurban juga menjadi simbol keikhlasan, pengorbanan, dan ketundukan kepada perintah Allah SWT. Melalui kurban, seorang muslim menumbuhkan rasa syukur atas nikmat rezeki yang diberikan serta memperkuat keimanan.
Keutamaan dari Sisi Sosial
Ibadah kurban memberikan dampak sosial yang besar, terutama dalam mempererat solidaritas dan kepedulian antar sesama. Daging kurban dibagikan kepada mereka yang membutuhkan, terutama fakir miskin, sehingga mereka dapat ikut merasakan kegembiraan di hari raya.
Kurban menciptakan suasana kebersamaan dan menumbuhkan nilai empati. Dalam Islam, pembagian daging kurban dianjurkan untuk dibagikan kepada tiga pihak: satu bagian untuk yang berkurban, satu bagian untuk kerabat, dan satu bagian untuk fakir miskin.
Rasulullah SAW bersabda:
“Makanlah, simpanlah dan bersedekahlah (dari daging kurban).”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Pembagian ini menunjukkan bahwa ibadah kurban juga merupakan bentuk nyata dari distribusi kesejahteraan kepada masyarakat.
Keutamaan dari Sisi Ekonomi
Dari sudut pandang ekonomi, ibadah kurban mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Permintaan terhadap hewan ternak meningkat menjelang Idul Adha, yang berdampak pada peningkatan pendapatan peternak, pedagang hewan, hingga jasa transportasi dan jagal hewan.
Selain itu, kurban menjadi sarana pemerataan konsumsi. Masyarakat kurang mampu yang jarang mengonsumsi daging pun dapat merasakan gizi dan protein yang baik dari hewan kurban, sehingga memberi dampak positif terhadap kesehatan masyarakat.
Ibadah kurban juga dapat menjadi ajang pemberdayaan ekonomi umat jika dikelola secara kolektif oleh lembaga-lembaga keagamaan dan koperasi syariah.
Penulis : Adi
Editor : Shireni


















