Dalam sambutannya Bobby Rasyidin menyebut rencana program strategis DEFEND ID diantaranya meliputi pengembangan satelit pertahanan oleh PT Len Industri (Persero), kapal selam 1.800 – 2.800 oleh PT PAL Indonesia, kendaraan operasional satuan dan senjata SO Minimi 5,56 mm oleh PT Pindad, heli angkut H225N & heli latih H145/H135 serta upgrade dan modernisasi F-16 oleh PT Dirgantara Indonesia dan Bom P-Series (100, 250, 500) yang merupakan 100% karya anak bangsa oleh PT Dahana.
Bobby kemudian mendampingi Menhan RI untuk membuka acara dengan menekan tombol hingga terdengar bunyi sirine dan menampilkan video sebagai tanda resminya acara dibuka.
Prabowo Subianto dalam keynote speechnya menyampaikan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia dan memiliki sumber daya alam yang luar biasa kaya. Dengan parameter saat ini, dapat diproyeksikan Indonesia dapat menjadi ekonomi terbesar ke-5 di dunia dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menhan RI Prabowo Subianto mengingatkan agar masyarakat Indonesia jangan cepat bergembira. Jangan sampai menjadi bangsa dan negara yang hanya berani memproklamirkan kemerdekaan, merdeka adalah untuk kita, cita-cita merdeka adalah Indonesia yang makmur.
“Dari sejak awal pendiri bangsa kita ingin Indonesia mampu menguasai teknologi dan menjadi negara industri. Kita harus bertekad industri pertahanan Indonesia dapat bangkit. Bangsa kita merupakan bangsa yang sangat besar dan kaya, sehingga kita tidak boleh menjual sumber daya alam secara mentah lagi, kita harus olah semuanya di Indonesia. Sejak tahun 2015 hingga 2019 jumlah kontrak industri pertahanan meningkat dari 13 menjadi 104 kontrak dan bila ditotal kontrak kita menjadi 138 Triliun,” tutur Menhan RI Prabowo Subianto.
Penulis : Adi
Editor : Dhardiana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















