“Waktu itu kami sudah konfirmasi, karena ada keluarga yang bekerja di humas KAI. Kami menanyakan apakah boleh naik dari Wanaraja, yang notabene masih di wilayah Garut, bukan dari luar rute. Tapi petugas tetap bersikukuh bahwa kami salah,” tambah Rizky yang turun di Stasiun Kiaracondong.
Ia dan teman-temannya merasa dipermalukan di depan penumpang lain. Padahal, mereka sudah membeli tiket secara resmi dan tidak bermaksud untuk melanggar aturan.
“Kami bukan rombongan liar. Kami pesan tiket pulang-pergi secara resmi. Saat berangkat dari Garut, kami juga turun di Wanaraja karena lokasinya lebih dekat dari rumah teman. Tapi saat pulang dan naik dari Wanaraja, justru dipermasalahkan. Padahal menurut informasi yang kami terima sebelumnya, itu diperbolehkan,” jelasnya.
Rizky berharap ada kejelasan terkait kebijakan ini dan meminta agar petugas memberikan pelayanan dengan lebih santun serta profesional.
“Tadi sempat jadi perhatian penumpang lain karena perdebatan cukup panjang. Tapi akhirnya kami diperbolehkan naik KA Commuter Garut setelah berargumen,” pungkasnya.
Penulis : Adi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2



















