“(Pemberian bantuan kepada negara lain yang terdampak bencana) Ini tentu saja seperti yang sering dilakukan Pemerintah Indonesia. Di tahun ini juga kita baru saja melaksanakan pemberian bantuan korban bencana gempabumi di Turki dan Suriah,” jelas Suharyanto.
Kepala BNPB menambahkan bahwa selain bantuan berupa logistik dan peralatan, Pemerintah Indonesia juga mengirimkan tim khusus asesmen dari Kementerian PUPR, Kemenlu, BIN dan BPKP berjumlah 14 orang. Seluruh jenis bantuan termasuk delegasi bagi Vanuatu itu akan dibawa menggunakan dua pesawat carter, yakni Garuda Indonesia dan pesawat kargo My Indo Airlines.
“Menggunakan bersama dua pesawat. Satu pesawat kargo yang murni membawa barang, kemudian satu pesawat lagi membawa delegasi Indonesia,” jelas Suharyanto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Suharyanto juga menjelaskan bahwa penerbangan yang membawa misi kemanusiaan ini akan menempuh rute mulai dari Jakarta, Kupang, Brisbane dan diperkirakan tiba di Vanuatu sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Suharyanto juga mengatakan bahwa setibanya di Vanuatu, rombongan Menko PMK, Kepala BNPB, Ketua Komisi VIII DPR RI dan delegasi lainnya akan diterima oleh Perdana Menteri Vanuatu yang didampingi oleh Menteri Luar Negeri Vanuatu.
“Akan diterima oleh Perdana Menteri Vanuatu dan Menteri Luar Negeri Vanuatu,” jelas Suharyanto.
Pada momentum serah terima bantuan di Vanuatu, tim kemudian juga akan meninjau bangunan gedung VVIP bandara Port Vila yang mengalami kerusakan terdampak bencana. Peninjauan itu dilakukan guna asesmen awal dari rencana perbaikan gedung yang akan dibantu oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR.
Editor : Dhardiana
Sumber Berita : Humas BNPB
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


















