“Kasus COVID-19 yang masuk rumah sakit dan kasusnya tergolong sedang dan berat itu 74 persen belum di-‘booster’. Untuk kasus yang meninggal, dalam gelombang terakhir ini 84 persen belum di-‘booster’, jadi buat masyarakat tolong diingatkan agar cepat-cepat ‘di-booster”, ungkap Budi Gunadi.
Bio Farma akan mendukung pemberian vaksin booster kedua untuk lansia ini, dengan memproduksi vaksin IndoVac setidaknya sebanyak lima juta dosis sampai dengan akhir tahun 2022, hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir saat kegiatan penyuntikan booster kedua ini berlangsuang.
“Kami akan mempersiapkan vaksin IndoVac untuk booster kelompok lansia. Proses produksi sudah dijalankan sejak dikeluarkannya EUA untuk dosis primer pada akhir September 2022 yang lalu, setidaknya, kami akan memproduksi sebanyak lima juta dosis, sampai dengan akhir tahun 2022 mendatang”, ungkap Honesti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Honesti melanjutkan IndoVac dapat mendorong cakupan penggunaan vaksin booster, yang baru mencapai 36%, “Kami berharap dengan adanya dikeluarkannya Surat Edaran dari Kemenkes ini, vaksin IndoVac, bisa membantu capaian target dari vaksin booster Covid-19 di Indonesia khususnya bagi lansia”, lanjutnya.
Pemberian booster ini perlu dilakukan, untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap kelompok lansia yang cukup renta pada serangan virus Covid-19, serta yang terpenting untuk mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat COVID-19. Vaksinasi dosis booster ke-2 bagi lansia, dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes atau di pelayanan vaksinasi Covid-19).
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


















