Gerakan Teras Hejo Dukung Kemandirian Pangan Daerah

- Publisher

Jumat, 2 Desember 2022 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Masalah kita secara global saat ini terjadi
global warming. Ini akan berdampak pada perubahan iklim. Contohnya banjir, longsor, dan lainnya yang akan berdampak pada ketahanan kita. Itulah masalah kita secara global,” tururnya.

Selanjutnya masalah internal yang ada di Kabupaten Sumedang salah satunya adalah bidang pertanian.

“Mulai dari rendahnya regenerasi petani sangat lambat dan kita kurang fokus. Lalu rendahnya SDM petani, keterbatasan lahan, serta kualitas lahan yang berkurang,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, para Kepala SKPD dan Camat harus hadir serta bisa menunjukkan bahwa kantor SKPD-nya menjadi percontohan.

“Kantor SKPD, kecamatan dan desa harus menjadi percontohan untuk masyarakat. Jadi harus ada role modelnya,” pintanya.

Terkait masalah keterbatasan pupuk, Bupati berharap program Gerakan Teras Hejo menjadi salah satu cara untuk memandirikan masyarakat.

“Jadi jangan bergantung terus ke luar negeri. Kembangkan pupuk-pupuk organik yang sering dilakukan oleh masyarakat kita. Konsolidasikan tempat-tempat yang sudah berinisiatif dan berinovasi mengembangkan pupuk organik,” ujar Bupati.

Baca Juga :  Dari Blackpink Hingga Kue Rasa Jengkol Siap Semarakkan Suasana Lebaran

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang Sajidin mengatakan, pangan merupakan kebutuhan utama manusia selain air dan energi.

“Terjadinya perang Ukraina-Rusia dan pelemahan ekonomi sangat berdampak pada pangan. Bahkan Rusia menghentikan pasokan bahan baku pupuk yang memacu inflasi,” terangnya.

Sajidin juga menyebutkan, pangan merupakan komoditas yang rentan dengan inflasi.

Berita Terkait

Optimistis Hadapi 2026, TRAVL Nilai Industri Travel Masih Punya Peluang Besar
Libur Sekolah Tiba, Commuter Line Bandung Raya Jadi Primadona Wisatawan
Wajah Bahagia puluhan Anak Yatim di Kota Bandung dalam acara Satu Atap Berbagi
Len Dorong Interoperabilitas Alutsista Modern Dukung Ketahanan Nasional
PTDI dan Defend ID Tanam 2.080 Pohon di Taman Kehati Bandung
Pemkot Bandung Bertekad Percepatan Penanganan Penumpukan Sampah
KDM: Pembangunan Infrastruktur Jabar Terus Digenjot Jelang Akhir 2025
UPI Dorong Penguatan Zona Integritas, Inspektorat Jenderal Gandeng Fakultas untuk Percepatan WBK–WBBM

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:33 WIB

Tutup Posko Nataru 2025/2026, KAI Commuter Bandung Sukses Layani 1,2 Juta Pengguna dengan Tren Positif

Jumat, 2 Januari 2026 - 12:19 WIB

Awal Tahun 2026 yang Semarak: KAI Commuter Wilayah 2 Bandung Layani 1 Juta Pengguna Selama Nataru

Rabu, 31 Desember 2025 - 17:18 WIB

Sambut Malam Pergantian Tahun 2026, KAI Commuter 2 Bandung Perketat Pemeriksaan Barang dan Ingatkan Jadwal Kereta Terakhir

Sabtu, 27 Desember 2025 - 18:26 WIB

Antusiasme Warga Bandung Tinggi, KAI Commuter Tembus 75 Ribu Pengguna Jelang Pergantian Tahun 2026

Kamis, 25 Desember 2025 - 16:59 WIB

Semarak Natal 2025: KAI Commuter Bandung Layani 59.675 Ribu Pengguna, Pastikan Perjalanan Aman dan Khidmat

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:47 WIB

Jelang Natal, KAI Commuter Bandung Siap Layani Mobilitas Pengguna Menuju Pusat Ibadah dan Wisata Kota

Senin, 22 Desember 2025 - 19:09 WIB

Stasiun Bandung Menjadi Stasiun Dengan Pengguna Tertinggi Pada Angkutan Nataru 2025-2026

Senin, 22 Desember 2025 - 13:01 WIB

Optimistis Hadapi 2026, TRAVL Nilai Industri Travel Masih Punya Peluang Besar

Berita Terbaru