“Sudah kita siapkan dan nanti akan ada shuttle bus yang mengantarkan menuju tempat acara. Kegiatan ini menjadi kekuatan kita, dikemas menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Barat,” ucapnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) selaku Sekretaris Panitia Besar WJF Benny Bachtiar menambahkan, pesta rakyat ini adalah ruang bagi pelaku seni untuk menampilkan budaya daerah.
“Kegiatan ini pada akhirnya akan membangun kebersamaan dan saling menghargai budaya masing-masing. Kita punya tiga wilayah budaya, ini perlu disosialisasikan, menampilkan potensinya. Supaya mereka memahami, bahwa mereka ada di provinsi yang memiliki banyak budaya,” kata dia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diharapkan, selama 2-3 September 2023 yang dilaksanakan di tiga tempat yaitu Gedung Sate, Gasibu dan Stadion Siliwangi ini dapat menjadi hiburan bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, dia turut mengharapkan tidak hanya 14 kabupaten/kota yang turut andil, tetapi juga daerah lainnya.
“Tanggal 2 ada kegiatan zumba, West Java Partnership, ada kegiatan Hari Konsumen Nasional. Tanggal 3 ada karnaval, dimulai dari Monumen Juang sampai Jalan Diponegoro. Sedangkan konser yang di tanggal 3, akan dilaksanakan di Stadion Siliwangi. Ini free untuk masyarakat, tetapi harus daftar ke Sapawarga. Ini tiga hari kita buka, sudah sold out,” imbuhnya.
Sementara Budayawan Aat Suratin mengatakan, tema yang diangkat dalam WJF 2023 dimana mengaitkan kebudayaan dengan serangga sangat tepat, seiring dengan situasi global saat ini karena perubahan iklim.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengembalikan kebiasaan masyarakat dalam menjaga kearifan lokal. Bagaimana melindungi ekosistem, yang dimulai dari hal kecil yakni serangga. Sebab menurutnya, tanpa kita sadari serangga memiliki peran besar dalam kehidupan manusia.
Penulis : Ton
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















