“Pillwalkot Bandung 2024 itu konteks pilihan hari ini petanya tak ada sosok petahana, yang mengakibatkan muncul figur alternatif. Salah satunya figur yang berasosiasi. Nama Atalia masih diasosiasikan oleh sosok Ridwan Kamil yang merupakan mantan wali kota Bandung sekaligus suami dari Atalia. Apalagi, kriteria anak muda itu melihatnya pada sebuah ikatan yang kemudian muncul nama Atalia dari asosiasi RK,” terangnya.
Senada dengan Firman, Kepala Pusat Studi Politik dan Demokrasi Fisip Universitas Padjadjaran Ari Ganjar Herdiansyah menuturkan, selain faktor Emil. Ketertarikan Gen Y dan Z pada sosok Atalia, lantaran saat ini tidak ada figur menjanjikan yang menonjol di Kota Bandung.
“Munculnya Atalia tidak lepas dari Ridwan Kamil yang popularitas di media sosial cukup tinggi. Sebab akses Gen Z dan Y informasinya mayoritas dari media sosial. Kita melihat ada korelasi dengan kerinduan sosok Ridwan Kamil, karena publik Bandung sangat merindukan sosok yang bisa meneruskan terobosan dari Kang Emil. Selain itu, figur lain memang belum ada yang muncul, bisa mendapat atensi dan kepercayaan publik,” terangnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski diakuinya selama menjadi Wali Kota Bandung di 2013-2018 bila ditilik lebih jauh. Emil sejatinya tidak banyak menuntaskan persoalan-persoalan sosial yang ada di Kota Bandung.
“Sebetulnya kalau mau lebih kritis lagi, Kang Emil sebetulnya belum menuntaskan masalah. Baru sekedar tahap awal. Baru gimmick,” ungkapnya.
Maka dari itu sambung Ari, siapapun yang ingin bertarung dalam Pilkada Kota Bandung di 2024 kelak, harus memiliki gagasan menuntaskan persoalan seperti kemacetan, kriminalitas, polusi, air bersih dan lain-lain.
Penulis : Ton
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















