Dukungan tersebut sangat diperlukan, sambung Firli, karena praktik korupsi telah merampas hak rakyat. Selain itu, praktik korupsi juga menghambat kemajuan bangsa dan merusak sendi-sendi kehidupan bernegara.
“Korupsi bukan hanya tindak pidana, tapi juga rampas hak rakyat, hak anak cucu kita, merusak sendi kehidupan. Maka dari itu, mari kita katakan tidak pada korupsi. Indonesia yang maju, Indonesia yang sejahtera tercapai, jika kita punya semangat untuk berantas korupsi,” kata Firli.
Menutup sambutannya, Firli menegaskan, bahwa rangkaian kegiatan Hakordia hanya pengingat pentingnya memberantas korupsi. Namun, upaya pembangunan untuk menciptakan budaya antikorupsi harus terus digelorakan, jangan berhenti, sampai Indonesia bebas dari korupsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir pada kegiatan tersebut juga, PJ Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto yang menyampaikan apresiasinya ke KPK, karena telah bekerja sama menyelenggarakan puncak Hakordia 2022 di DKI Jakarta sebagai upaya sosialisasi antikorupsi kepada masyarakat.
“Pada kesempatan, saya sampaikan terima kasih ke jajaran KPK, karena banyak kegiatan yang dikerjasamakan dengan Pemprov DKI Jakarta, terutama menyangkut pendidikan antikorupsi,” ujar Uus.
Uus juga menyampaikan bahwa gelaran Hakordia 2022 menjadi momentum jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahan korupsi. ”Selamat Hakordia 2022, semoga kegiatan ini menjadi langkah awal pencegahan, jadi salah satu momen penting untuk cegah korupsi di sendi kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Uus.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















