Dikutip dari akun instagram resmi BBWS Citarum, manfaat dari beroperasinya Kolam Retensi Andir sudah dirasakan langsung oleh warga Kampung Cigoso RW 07 dan RW 13 di Kelurahan Andir, Baleendah, Kabupaten Bandung.
Jika banjir yang biasanya menggenang setinggi 2,5 meter dan bisa berlangsung selama satu minggu, sekarang lebih cepat surut, menjadi hanya sekitar 50 cm dan waktu surut 6-8 jam.
Sementara itu kolam retensi Cieunteung selain memiliki fungsi yang sama dengan kolam retensi di Andir, juga bisa digunakan warga untuk wisata atau berolahraga.
Warga sekitar bisa memanfaatkan trek joging sepanjang 1.357 meter yang mengelilingi kolam retensi tersebut untuk berlari, senam bahkan memancing ikan di sana.
Kolam retensi Cieunteng terletak di Baleendah, Kabupaten Bandung memiliki luas genangan mencapai 4,75 hektare yang dapat menampung 190.000 meter kubik air buangan Sungai Citarum.
Tujuan pembangunan kolam retensi yang selesai pada 2018 lalu ini untuk mengurangi waktu genangan air pada area 39 hektare, 1.250 rumah, mereduksi banjir seluas 91 hektare, dan memiliki potensi sebagai area wisata.
Sementara itu sodetan atau floodway Cisangkuy berlokasi di Kecamatan Katapang – Pameungpeuk, memanjang di Sungai Ciranjeng dari Sungai Cisangkuy yang dialirkan ke Sungai Citarum.
Dikutip dari https://eppid.pu.go.id/, Sudetan Cisangkuy dapat mengalirkan debit banjir sebesar 215 meter kubik/detik yang semula bermuara ke Dayeuhkolot menjadi bermuara ke Pameungpeuk sehingga mengurangi lama genangan dan luas genangan di daerah Dayeuhkolot, Baleendah, Andir, dan sekitarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



















