“Kami menerapkan skema tabungan dan voucher pada event ini, pengunjung dapat menukarkan botol pet bersih yang kami hargai Rp4.200/kg, botol bening bersih Rp4.300/kg, berkas kardus duplex Rp700/kg dan plastik bening atau kresek Rp400/kg, sedangkan untuk kemasan makanan seperti ciki-cikian itu masuknya residu dan kami sarankan untuk dijadikan ecobrick,” tutur Kendan.
Kendan pun mengapresiasi kegiatan Road To West Java Festival yang menerapkan less waste event karena kegiatan yang mengundang massa seperti ini berpotensi menghasilkan sampah cukup banyak. Penerapan less waste event menjadi bentuk edukasi pada warga untuk bertanggung jawab atas sampah yang mereka produksi dan menyadari bahwa sampai itu pun masih memiliki nilai jika dikelola.
“Saya harap setiap kegiatan yang mengundang massa seperti ini mulai menerapkan less waste. Sampah pasti banyak dan sayang kalau dibuang gitu aja. Mulailah dengan memilah sampah, mana botol plastik, plastik, kresek lalu mengolah atau menyetor ke bank sampah. Dengan tindakan itu mengurangi sampah ke TPA,” ucapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita juga tidak bisa bebas sampah, tapi setidaknya, kita harus bertanggung jawab. Minimal sampah yang kita punya jadi tanggung jawab kita,” imbuhnya.
Selain itu, Pemda Provinsi Jabar memiliki target pengelolaan persampahan kawasan Gedung Sate dengan memaksimalkan pengurangan sampah melalui kegiatan pembatasan sampah, daur ulang, dan pemanfaatan kembali atau 3R. Upaya tersebut meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















