“Itulah disrupsi di media e-Commerce. Naskah pidato saya yang dibaca dibuat tadi pagi oleh mesin yang namanya artificial intelligent. Jadi hari ini disrupsi digital sudah menyentuh banyak pihak dan saya memanfaatkannya untuk dunia birokasi,” kata Emil.
Emil mengungkapkan, penduduk Jawa Barat yang jumlahnya sekitar 50 juta aspek kehidupannya sedang didigitalisasi dengan konsep West Java Digital Province.
“Satu diantaranya sudah disampaikan Bupati Sumedang. Jangan kaget di Jawa Barat ngasih makan ikan sudah menggunakan HP dengan Internet of Think. Selama empat tahun bagaimana desa-desa menggunakan smart phone tidak hanya (untuk) komunikasi, tetapi sudah bergerser ke alat produksi,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terakhir Gubernur mengajak kepada para kepala daerah yang hadir agar mau berubah dengan menjadikan digitalisasi sebagai pilihan.
“Dimana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Harga yang paling mahal dari seorang pemimpin adalah political will. Saya mengajak para pemimpin disini berikanlah harga yang mahal itu kemauan politik untuk membawa perubahan dan kemajuan dengan sistem yang ada sekarang, yakni sistem digital,” ucapnya.
Halaman : 1 2


















