Lulusan Pendidikan Teknik dan Vokasi harus minimal menjadi pemelihara teknologi dan lebih unggul jika menjadi pengembang dan pencipta teknologi, Kemampuan guru kreatif dan inovatif menjadi kunci. Materi kedua yang disampaikan Direktur Guru Dikmen dan Diksus Dirjen GTK focus dalam menyampaikan kebijakan-kebijan dan gambaran isu permasalahan Guru SMK di Indonesia. Guru SMK harus mampu beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana penunjang pembelajaran.
Selain itu terdapat sesi panel yang dipimpin langsung diskusinya oleh Dr. Lilis Widaningsih, M.T., selaku Sekertaris PUI-TVET RC UPI. Sesi panel ini menghadirkan DrS. Wahyu Mijaya, S.H., M.Si selaku KADISDIK JABAR yang menyampaikan gambaran peningkatan kualitas guru SMK di Jawa Barat, yang bersambut gembira dengan tanggapan Dirjen Vokasi bahwa Jawa Barat masuk pada kategori baik untuk penyelenggaraan Pendidikan Teknik dan vokasi. Dr. Hadi Cokrodimedjo mewakili KADIN JABAR dan Komite Vokasi Jabar menjadi panelis kedua dengan topik link and match SMK dan Dunia Industri, telah memberikan gambaran perlunya peningkatan integrasi sunia industry dan SMK untuk menyiapkan kemajuan industry di Jawa Barat dan juga Nasional. Panelis ketiga merupakan Dr. Eng. Agus Setiawan selaku Executive Board of RAVTE (Regional Association for Vocational and Technical Education) in Asia, memberikan gambaran mengenai standar kualitas guru Pendidikan Teknik dan vokasi.
Acara Seminar ini juga dimeriahkan dengan pameran Pusat Keunggulan dari PUI-TVET RC UPI, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) UPI, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) UPI, Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UPI, beserta 11 SMK Pusat Keunggulan di Jawa Barat. Perwakilan SMK terdiri dari SMKN 3 Sukabumi, SMKN1 Cimahi, SMKN4 Bandung, SMKN 1 Mundu, SMKN 1 Cipatujah, SMKN1 Gunung Guruh, SMKN2 Sumedang, SMKN 1 Kawali, SMKN 1 Cirebon, SMKN 8 Bandung dan SMKN 10 Bandung. Keterlibatan SMK tidak hanya dalam pameran saja, terdapat Best Practice Sharing Session yang diwakili oleh SMKN 3 Sukabumi, SMKN1 Cimahi, SMKN4 Bandung, SMKN 1 Mundu dan SMKN 1 Cipatujah. Pada Best Practice Sharing Session ini, perwakilan SMK membagikan pengalaman dalam suksesnya implementasi Pusat keunggulan di sekolah masing-masing.
Penulis : Adi
Editor : Dhardiana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



















