“Untuk Gmaps tidak lagi menggunakan dua jendela. Kita sudah bisa menggunakan satu device. Tidak terpisah lagi untuk daftar, menentukan titik koordinat. Sekarang ada sanggah verifikasi. Contoh, pendaftaran tahap 1, tanggal 6 sampai 10 Juni. Tanggal 7 sudah bisa melakukan sanggah verifikasi. Kalau ternyata ada yang tidak sesuai bisa lakukan sanggah di tanggal 7 sampai 12 Juni. Kemudian kita juga membuat notifikasi kalau misal ada kekurangan apapun di pendaftar, nah itu selama nomor handphone benar kami bisa langsung notif ke handphone yang disampaikan,” paparnya.
Sementara Gubernur Ridwan Kamil di tempat tempat terpisah mengatakan, kekurangan yang terjadi di tahun sebelumnya telah dibenahi pada tahun ini. Dia berharap, kendala yang selama ini kerap terjadi tidak lagi terulang.
“Hal-hal yang kurang tahun lalu terus kita sempurnakan dan hal-hal baik yang sudah baik di tahun lalu, untuk kita pertahankan. Mudah-mudahan di tahun ini makin sempurna, berkurang segala dinamikanya dan pada dasarnya semua difasilitasi,” ucapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu dia juga mengimbau kepada orangtua, untuk tidak selalu memaksakan anaknya agar masuk di sekolah negeri dan beranggapan swasta kurang berkualitas. Sebab menurutnya, kesuksesan tidak diukur berdasarkan tempat dimana sang anak bersekolah, melainkan bersumber dari kerja keras.
“Saya titip, tidak semuanya diterima di negeri. Sehingga keseimbangan dengan sekolah swasta juga terus kita perhatikan, yang penting anak Jawa Barat harus sekolah. Mau sekolah di negeri, swasta sama saja. Sukses tidak diukur dari negeri, swastanya. Tapi kerja keras dan takdirnya masing-masing,” tutupnya.
Penulis : Mahira Dzikra
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















