Pepatah yang mengatakan, ‘malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih’ mengena betul bagi pasangan Arif Setiawan dan Candra Rayani, kala menghadiri prosesi wisuda.
Sebab karena suratan takdir, putri sulung mereka yang bernama Raisha Adilla Kartika Rifca Setiawan, tidak dapat ikut serta bersama rekan sejawatnya menikmati, merayakan kelulusan mereka setelah sekian tahun berjuang di bangku kuliah.
Harusnya hari ini, Raisha memakai toga dan menerima sendiri ijazahnya dan bukan diwakili oleh orangtua. Semangatnya nyatanya dikalahkan oleh kanker ganas, yang telah diidapnya selama empat tahun. Kurang dari sepekan pasca mengikuti sidang skripsi, dia menghembuskan nafas terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai orangtua, bangga karena dalam studi (mengalami) sakit empat tahun tapi selalu berusaha untuk lulus. Tapi sedih juga, setelah lulus beberapa hari kemudian meninggal,” ujar Arif di sela-sela prosesi wisuda.
Sedangkan Candra mengenang, sejak SMA putrinya ini memang telah bercita-cita untuk menjadi dokter. Dimana profesi dokter spesialis onkologi, menjadi dambaannya. Namun siapa sangka, belum sempat mengabdikan diri kepada masyarakat. Raisha sudah dikalahkan lebih dulu oleh sakit, yang sejatinya akan menjadi musuhnya bila menjadi dokter spesialis onkologi.
“Raisha ini anak yang lincah. Semangatnya untuk menyelesaikan kuliah ini tinggi. Alhamdulillah bisa diselesaikan. Walaupun hari ini dia enggak bisa hadir. Dia tanggal 1 Juni sidang, 5 Juni meninggal,” tutupnya.
Penulis : Ton
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2


















