Apalagi dalam waktu dekat kontestasi Pemilu 2024 akan dimulai, sehingga harus menjadi fokus Pj Gubernur Jabar untuk memastikan pesta demokrasi lima tahunan tersebut berjalan lancar dan kondusif.
“Pj ke depan harus memastikan Pemilu berjalan kondusif, karena besok ini hajat kita panjang. Kita rally dari bulan Februari sampai terakhir ditutup Pilkada,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Firdaus mengungkapkan beberapa dinamika di Jawa Barat sejatinya harus segera ditangani. Program-program pembangunan yang belum tuntas diharapkannya dapat dilanjutkan dan selesaikan oleh Pj gubernur kelak.
“Yang jelas poinnya, Pj Gubernur ke depan harus menyelesaikan program-program pembangunan yang belum selesai oleh Kang Emil dan Pak Uu. Jadi jangan mahiwal bikin program baru,” pintanya.
Maka dari itu dia mengaku tidak sepakat bila Emil menyebut bahwa Pj Gubernur Jabar kelak tinggal duduk manis, karena hampir sepenuhnya selesai dan melanjutkan apa yang telah dibangun.
“Justru Kang Emil itu jangan seperti itu. Tapi ya wajarlah, mungkin dia ingin mengakhiri dengan indah. Meskipun sebenarnya kondisi faktualnya tidak seindah pernyataan Kang Emil tadi,” tuturnya.
Mengenai kandidat Pj Gubernur Jabar usulan DPRD, ketiga nama yang direkomendasikan memiliki beragam latar belakang. Asep N Mulyana adalah Direktur Jenderal Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM. Sebelumnya, dia pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar periode 2021-2023.
Kemudian Keri Lestari yang merupakan Guru Besar Farmasi di Universitas Padjadjaran. Selain itu dia kini juga menjabat sebagai Direktur Utama Institut Pembangunan Jabar (Injabar), lembaga kolaborasi Unpad dan Pemprov dalam memberikan pertimbangan terhadap pengambilan kebijakan.
Penulis : Ton
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



















