Pemprov Jabar Berencana Gunakan Lumpur, Atasi Kebakaran TPAS Sarimukti

- Publisher

Selasa, 12 September 2023 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

net

net

“Tentunya kami berharap tidak perlu diperpanjang, kita bukan berarti dengan dua minggu akan diperpanjang. Tidak, yang pasti kita ingin cepat padam dalam dua minggu ini. Tentunya dengan upaya kita bersama. Tentunya mohon masyarakat bersama-sama mengurangi sampah,” tuturnya.

Sedangkan mengenai kendala dalam melakukan pemadaman, mengingat kebakaran berlangsung sudah hampir terjadi selama satu bulan. Dia menjelaskan, tingginya debit sampah menyulitkan proses pemadaman karena water bombing yang dilakukan hanya memadamkan api di permukaan, tetapi tidak di bagian bawah. Sehingga diharapkan, dengan pemberian lumpur akan turut memadamkan api di bagian bawah tumpukan sampah.

Baca Juga :  Ridwan Kamil terima aspirasi unjuk rasa petani

“Kendala titik api, kalau kita padamkan dengan air. Itu sudah padam, tapi belum. Tinggi sekali sampahnya. Kita pastikan betul padam. Mudah-mudahan dengan lumpur, akan lebih baik ketika itu padam,” terangnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara mengenai penanganan kesehatan terkait dampak polusi asap kebakaran, Bey Triadi mengatakan pihaknya bersama pemangku kepentingan telah melakukan sejumlah mitigasi. Dia memastikan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam proses pemadaman kebakaran TPAS Sarimukti.

Baca Juga :  Sigap Priority Jasa Raharja Sukabumi Kunjungi Pemilik Kendaraan Bermotor

“Kesehatan sudah tertangani. Ini kondisi darurat, keselamatan kita utamakan. Tentunya kembali kesini tapi kita upayakan cara lain, jadi jangan sampai kita mengandalkan Legok Nangka. Percepatan ada cara lain penanganan sampah lebih baik lagi,” imbuhnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat Prima Mayaningtyas menyampaikan, setelah penambahan zona darurat untuk 8 ribu ton. Pihaknya akan menambah lagi kuota mencapai 23 ribu ton di lahan seluas 0,9 hektar.

Penulis : Ton

Editor : Maura Dzakiya

Berita Terkait

Jumlah Pengguna Meningkat saat Libur Panjang
KAI Daop 2 Bandung Jalin Silaturahmi Bersama Komunitas Railfans, Perkuat Kolaborasi
Jajaran Manajemen KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan KA
Penumpang Commuter Line Lokal Bandung Lebaran 2026 Tumbuh 6% Dibanding Tahun Lalu
KAI Commuter Area 2 Bandung Layani Lebih dari 581 Ribu Pengguna Selama Angkutan Lebaran
Jelang Hari Raya Idul Fitri, KAI Commuter Area 2 Bandung Siap Sambut Puncak Mobilitas Penumpang
Isola Fun Run 2026, UPI Ajak Masyarakat Hidup Sehat dan Galang Dana Abadi
PTDI dan PT NTP Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Cisarua

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 15:14 WIB

Jumlah Pengguna Meningkat saat Libur Panjang

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:09 WIB

KAI Daop 2 Bandung Jalin Silaturahmi Bersama Komunitas Railfans, Perkuat Kolaborasi

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:29 WIB

Penumpang Commuter Line Lokal Bandung Lebaran 2026 Tumbuh 6% Dibanding Tahun Lalu

Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:47 WIB

KAI Commuter Area 2 Bandung Layani Lebih dari 581 Ribu Pengguna Selama Angkutan Lebaran

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:57 WIB

Jelang Hari Raya Idul Fitri, KAI Commuter Area 2 Bandung Siap Sambut Puncak Mobilitas Penumpang

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:01 WIB

Isola Fun Run 2026, UPI Ajak Masyarakat Hidup Sehat dan Galang Dana Abadi

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:05 WIB

PTDI dan PT NTP Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Cisarua

Jumat, 20 Februari 2026 - 13:30 WIB

KAI Daop 2 Bandung Tegas Larang Masyarakat Beraktivitas di Jalur Rel Saat Ramadan, Langgar UU Bisa Terancam Sanksi Pidana

Berita Terbaru

Berita Ekonomi

KAI Commuter beri sanksi perokok di KA Lokal Garut-Padalarang

Rabu, 3 Jun 2026 - 05:28 WIB

Berita Daerah

Jumlah Pengguna Meningkat saat Libur Panjang

Senin, 1 Jun 2026 - 15:14 WIB