“Secara teori, upaya-upaya yang dilakukan ini semestinya berjalan. Kalau intensitas hujan tinggi, genangan mungkin akan tetap ada. Tetapi surutnya pun akan cepat (tidak seperti kejadian banjir di Gedebage),” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi menyampaikan, upaya penanganan banjir oleh Pemkot Bandung menerapkan prinsip parkir dan resapan air. Meski begitu, kehadiran rumah pompa juga dimanfaatkan untuk memaksimalkan upaya tersebut.
Ia menjelaskan, Rumah Pompa Rancabolang ini dapat mengalirkan sekitar 150 liter air per detik untuk satu pompanya. Dengan begitu, ia optimis tak butuh waktu lama lagi untuk menyurutkan genangan air di wilayah banjir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ke depannya, prinsip parkir dan resapan air akan dilakukan untuk penanganan banjir,” ucap Didi.
Ia juga menyebut di tahun ini, Pemkot Bandung sudah meresmikan 3 rumah pompa di Gedebage, Cingised, dan Citarip.
Hadirnya Kolam Retensi Rancabolang juga mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Agus Gunawan. Ia berharap solusi ini dapat berjalan untuk mengatasi banjir di wilayah Gedebage dan sekitarnya.
“Semoga keluhan masyarakat terkait banjir bisa terjawab,” ucapnya.
Halaman : 1 2


















