Menurut Nana, perkembangan kemampuan Uqi semakin terlihat selama mengikuti pendidikan di ATC Widyatama.
Ia menyebut kemampuan menggambar anaknya terus meningkat hingga akhirnya mampu menghasilkan karya secara mandiri.
“Dari sini sudah kelihatan bakatnya. Makin bagus saja cara menggambar-gambarnya,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah lulus, Nana kembali meminta bantuan ATC Widyatama agar kemampuan Uqi tidak berhenti begitu saja. Uqi kemudian tetap mendapat ruang untuk mengembangkan kemampuannya, termasuk dalam bidang fotografi.
Selain mengembangkan kemampuan peserta didik, ATC Widyatama juga mengarahkan karya mereka agar memiliki nilai ekonomi.
Bagi Nana, kesempatan untuk berkembang dan bekerja sesuai kemampuan menjadi hal penting bagi penyandang disabilitas.
Ia berharap masyarakat tidak memandang rendah kemampuan mereka dan memberikan kesempatan yang lebih luas.
Ia menilai penyandang disabilitas seharusnya tidak hanya diarahkan pada pekerjaan yang dianggap sederhana, tetapi juga diberikan kesempatan sesuai dengan pendidikan, keterampilan dan potensi yang dimiliki.
“Harapannya, anak-anak disabilitas jangan disepelekan. Kalau bisa diangkat sesuai dengan kemampuannya,” kata Nana.
Ia juga berharap pemerintah dapat membuka lebih banyak akses bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan, termasuk kesempatan menjadi aparatur negara sesuai ketentuan yang berlaku.
“Bukan untuk anak saya saja, tetapi untuk semua anak disabilitas. Mudah-mudahan bisa diangkat sesuai dengan kemampuannya,” ujarnya.
Penulis : Adi
Editor : Shireni


















