“Dalam penggunaan baja ringan ini, tantangannya adalah pertama, yaitu proses produksinya harus menganut kepada industri berkelanjutan dengan tujuan menghasilkan baja rendah karbon. Kedua, baja ringan merupakan konduktor panas yang baik. Pada bangunan prefabrikasi baja ringan, maka radiasi matahari secara langsung tertransfer masuk ke dalam ruangan. Oleh sebabnya, kolaborasi antara BeCool Indonesia dan Tatalogam Group pada Raflesia ini bisa menjawab tantangan tersebut,”terang Beta.
Penggunaan cairan BeCool pada bangunan rendah karbon dengan strategi desain pasif ini disebutnya mempunyai reflektifitas dan emisivitas tinggi yang secara efektif dapat memantulkan sebagian dari radiasi matahari kembali ke atmosfer sambil menyerap panas melalui kemampuan pendinginan radiasinya. Melalui inovasi ini, diperkirakan dapat terjadi penghematan energi pendinginan. Karena itu teknologi ini layak untuk meningkatkan efisiensi energy dan kualitas lingkungan di iklim panas dan lembab.
Pada kesempatan yang sama, Vice President Operations Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi menambahkan, Raflesia merupakan inovasi baru yang merupakan pengembangan dari rumah Domus, rumah instan berbasis baja ringan yang telah lama menjadi salah satu produk unggulan perusahaaan mereka yang mengantongi penghargaan rintisan teknologi industri dari Menteri Perindustrian tahun 2021. Rumah ini direncanakan sejak tahap desain hingga pelaksanaan konstruksi, sehingga material dan bahan pendukung detil hasil perhitungan program desain diproduksi di pabrik dengan mesin agar presisi, untuk dapat memproses fabrikasi lapangan yang tepat dan tidak menyisakan limbah di lokasi konstruksi (zero waste construction).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Adi
Editor : Dhardiana
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


















