“Setiap kegiatan yang kita tetapkan dan setiap rupiah yang kita keluarkan harus berorientasi pada hasil berupa berkurangnya kemiskinan dan pengangguran, serta lainnya,” ungkapnya.
Pada akhirnya Pemda Sumedang menetapkan regulasi dengan tiga indikator utama SAKIP Desa yakni, menurunkan angka kemiskinan, menurunkan angka stunting, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Itulah fokus kita. Jika kita berhasil mensejahterakan masyarakat desa, maka kita akan dikenang rakyat desa kita dan akan menjadi keberkahan untuk anak cucu kita,” ucap Bupati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terakhir Bupati mengatakan, dalam mengatur sebuah organisasi, termasuk organisasi APDESI, diperlukan tiga hal konstan yakni perubahan, pilihan dan prinsip.
“APDESI harus meningkatkan kapasitas dan kompetensi anggotanya. Nanti akan disiapkan “sekolah” kepala desa yang di dalamnya nanti ada capacity building, coaching, dan mentoring,” katanya.
Oleh karena itu, APDESI diharapkan sebagai wahana untuk silaturahim bagi para Kades dan berorganisasi mencapai tujuan bersama.
“Jadikan APDESI sebagai wahana untuk berukar pengalaman dan pengetahuan dalam rangka mewujudkan kemajuan desanya masing-masing,” tuturnya.
Ketua DPC APDESI Kabupaten Sumedang yang baru dilantik Welly Sanjaya mengatakan, organisasi yang dipimpinnya diibaratkan sebuah kendaraan bagi para Kepala Desa dan perangkatnya yang semua komponennya saling mendukung agar sampai ke tujuan.
“Tidak bisa mesin kendaraan mengatakan bahwa mesinlah yang paling utama. Begitu pun roda, tidak bisa mengatakan rodalah yang paling utama. Oleh karena itu organisasi ini merupakan sebuah “support system” yang saling melengkapi,” ungkapnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















