“Jadi di Cicendo itu saya lihat, mereka paling bergembira dan bisa berkomunikasi. Ada yang pintar bulu tangkis, tenis meja, juga tata boga. Mereka bisa pula membuat nasi goreng, burger dan itu dibuat dari mulai rotinya juga bikin sendiri,” tambahnya.
Untuk itu, Bey menuturkan, potensi semua anak di Indonesia itu sama, memiliki kemampuan yang istimewa.
Ia pun meyakini apabila seluruh anak di Jabar mendapatkan pendidikan yang sama, termasuk di SLBN Cicendo akan menghasilkan generasi emas di 2045.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi mereka punya kemampuan yang sama dan kita harus berikan mereka kesempatan yang sama pula. Saya yakin kalau semua anak mendapatkan pendidikan seperti halnya di SLBN Cicendo itu mereka akan menjadi mandiri,” tuturnya.
Bey menekankan pula bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk menghasilkan sebuah karya dari anak-anak berkebutuhan khusus.
“Jadi hanya keterbatasan secara fisik, tapi sebetulnya kemampuan mereka sama, seperti yang tadi maju itu Atala, bagus gambarnya, saya lihat gambar animasi bahkan sudah dapat HAKI (Hak Kekayaan Intelektual), itu yang mesti diapresiasi,” tandas Bey.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar Siska Gerfianti menambahkan bahwa tujuan dilaksanakannya Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat yang mengusung tema “Gali Potensi, Raih Prestasi“ adalah sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa; peningkatan peran keluarga dalam pengasuhan anak, pencegahan perkawinan anak serta penurunan pekerja anak.
Penulis : Adi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















