Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang diadakan MTI, karena seminar ini berperan penting dalam memberikan usulan dan inovasi yang mendukung peningkatan kesadaran terhadap penggunaan transportasi umum. “Dengan mendorong penggunaan transportasi publik, kita berharap dapat menekan angka kecelakaan serta membangun budaya berkendara yang lebih aman,” tambah Rivan.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, turut menyuarakan pentingnya penguatan transportasi umum di wilayah metropolitan Bandung Raya, yang mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, pergerakan orang di Bandung Raya mencapai 16,7 juta perjalanan per hari, dengan peningkatan volume lalu lintas sebesar 10-15 persen per tahun. “Penguatan transportasi umum, seperti BRT, LRT, dan cable car, sangat penting untuk mengatasi masalah ini,” tegas Bey.
Pertumbuhan penduduk di kawasan aglomerasi Bandung Raya menuntut integrasi dan keberlanjutan transportasi. Pemerintah daerah terus berupaya menyediakan layanan transportasi yang terintegrasi guna mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyambut baik diskusi yang digagas oleh MTI. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat transportasi, dan institusi pendidikan seperti ITB sangat diperlukan untuk mewujudkan konektivitas di seluruh Indonesia, termasuk pengembangan angkutan massal perkotaan.
“Saya bangga karena kita terus mencari solusi terbaik dalam mengembangkan transportasi nasional, tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Budi.
Editor : Shireni
Sumber Berita : Humas Jasa Raharja
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















