JAKARTA — Industri film animasi Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan hadirnya film “Jumbo”, sebuah karya orisinal anak bangsa yang mengangkat cerita lokal dalam balutan animasi berkualitas tinggi. Film ini resmi tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai pekan ini dan disambut antusias oleh penonton dari berbagai kalangan.
Disutradarai oleh Raka Prasetya, Jumbo merupakan hasil produksi studio animasi independen Bintang Animasi Studioyang berbasis di Yogyakarta. Film ini bercerita tentang seekor gajah muda bernama Jumbo yang memiliki impian besar untuk menjelajahi dunia luar dari hutan tempat tinggalnya. Dengan latar alam Indonesia yang kaya dan karakter-karakter unik khas nusantara, film ini membawa pesan tentang keberanian, persahabatan, dan pentingnya menjaga alam.
“Melalui Jumbo, kami ingin menunjukkan bahwa cerita-cerita lokal Indonesia bisa dibungkus dalam animasi yang tidak kalah kualitasnya dengan produksi luar negeri,” ujar Raka saat konferensi pers peluncuran film di Jakarta, Senin (28/4).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih dari 100 animator lokal terlibat dalam proses produksi film ini yang memakan waktu hampir tiga tahun. Dengan dukungan teknologi animasi terkini, Jumbo berhasil menghadirkan visual yang memukau dan alur cerita yang menyentuh hati, menjadikannya tontonan keluarga yang edukatif sekaligus menghibur.
Film ini juga menampilkan suara dari sejumlah aktor dan aktris ternama Indonesia seperti Chicco Jerikho, Tara Basro, dan Iqbaal Ramadhan. Musik pengiring digarap oleh komposer muda berbakat Dian Asmara, yang memadukan unsur orkestra dengan instrumen tradisional Indonesia.
Tak hanya diputar di dalam negeri, Jumbo juga telah menarik perhatian sejumlah festival film internasional dan dijadwalkan tampil dalam ajang Annecy International Animated Film Festival tahun ini.
Kehadiran Jumbo menjadi bukti bahwa anak bangsa mampu menciptakan karya animasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke kancah global.
Penulis : Adi
Editor : Shireni


















