“Kurang lebih enam bulan menjadi imam delegasi dari Pemprov Jabar, tugasnya yang wajib menjadi imam masjid, kemudian khotbah, mengajar ngaji, juga bertemu dengan teman-teman dari di lintas agama. Nah di situ kita akan memperkenalkan Islam di Indonesia yang baik seperti apa,” ucapnya.
Menurut Rifat, pertemuan tersebut menjadi momentum dalam mengubah pandangan terhadap Islam yang radikal di mata warga negara lain.
“Karena kita juga harus meluruskan pandangan-pandangan orang barat bahwa Islam itu radikal, kita luruskan dengan berdiskusi bersama mereka. Persiapannya tilawah Al-Qur’an, teks-teks untuk khotbah, juga literasi lain terkait toleransi agama,” tutur Rifat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemda Provinsi Jabar sendiri meluncurkan program English for Ulama tidak hanya untuk mengasah keterampilan bahasa para ulama Jabar, tetapi juga mengalunkan keindahan Islam di Indonesia, khususnya Jabar yang ramah, toleran dan menghargai perbedaan kepada dunia.
Pada 2019, Pemda Provinsi Jabar memberangkatkan lima ulama ke Eropa, yakni Glasgow, Manchester, Birmingham, London, dan Bristol, untuk menyebarkan pesan-pesan tentang keindahan Islam di Indonesia, khususnya Jabar.
Penulis : Ton
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2


















