Distribusi Hewan Ternak akan gunakan sistem “Pedulilindungi”

- Publisher

Minggu, 6 November 2022 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Arifin Soedjajana mengungkapkan hewan ternak saat ini seperti manusia di kala pandemi menggunakan pedulilindungi. Namun hewan ternak menggunakan sistem Ear Tag atau barcode yang dipasang ditelinga untuk menghindari penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“kita melakukan penandaan dan penataan Ear Tag.  di Ear Tag ada barcodenya bersisi data kalau discan keluar vaksin dan pengobatan yang sempat dijalani hewan ternak tersebut sama seperti pedulilindungi” ungkap Arifin di Bandung.

Arifin juga mengungkapkan progres vaksinasi hewan ternak mencegah PMK sudah mencapai 50 persen. Hal itu diungkapkan arifin usai Podcast bersama PRSSNI di Sukamaju, Bandung. Kamis (17/11).

“Lalu lintas hewan ternak tidak boleh dari Zona Merah ke Zona Merah atau ke Zona Hijau tapi boleh dari Zona Hijau ke Zona Hijau atau Zona Merah asal dengan ada tanda Ear Tag tadi “, ujar Arfini.

Sementara itu stok vaksin PMK di provinsi saat ini mencapai 300 ribu dosis dan telah terdistribusi ke Kabupaten Kota di jawa Barat sebanyak hampir 400 ribu dosis.

Baca Juga :  Jasa Raharja Tasikmalaya Turut Serta Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Lilin Lodaya 2022

“Hewan juga vaksin satu vaksin dua dan bososter sekarang sudah 268 ribu yang sudah divaksin satu dan dua dan booster menunggu 6 bulan atau tahun depan sedangkan vaksin yang sudah kami distribusikan hampir 400 ribu, stok kami ada 300 ribu insyaallah aman kalau ada informasi kekurangan vaksin tolong informasikan kami agar segera bisa didistribusikan”, tegas arifin.

Arifin juga meminta pemilik hewan ternak untuk segera memberi vaksin karena jika tidak akan mudah tertular PMK.

Berita Terkait

Pemkot Bandung Bertekad Percepatan Penanganan Penumpukan Sampah
KDM: Pembangunan Infrastruktur Jabar Terus Digenjot Jelang Akhir 2025
Sekda Jabar: Sikap Pahlawan yang Tidak Berebut Jabatan Patut Diteladani
Gubernur Jabar : Hargai Petani sebagai Pahlawan Pangan dengan Upah yang Layak
KDM: Pemprov dan Pemda se-Jabar Lindungi 1 Juta Pekerja Informal Lewat BPJS Ketenagakerjaan
Mulai Hari Ini, ASN Jabar Terapkan WFH Setiap Kamis
Pemprov Jabar Perkuat Sinergi dengan Kejati Jabar
Disebut sebagai Content Creator, KDM Klaim Pilih Fokus Bangun Jabar

Berita Terkait

Senin, 1 Desember 2025 - 17:50 WIB

Jawaban bagi Generasi Muda! Podomoro Park dan PT Shimizu Pembangunan Pratama Gandeng 6 Bank Nasional Hadirkan Hunian Terjangkau Berstandar Kelas Dunia

Rabu, 26 November 2025 - 14:53 WIB

KAI Dan KAI Commuter Lakukan Penyesuaian Jadwal Commuter Line Walahar Per 1 Desember 2025

Minggu, 16 November 2025 - 09:17 WIB

Diskon 20 Persen di Bulan November, KCIC Catat Rata-Rata Rombongan Per Hari Naik Dua Kali Lipat

Senin, 10 November 2025 - 19:21 WIB

104 Proyek Investasi di WJIS 2025 Bakal Jadi Magnet Investor Global

Minggu, 9 November 2025 - 10:37 WIB

West Java Festival 2025 Suguhkan Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal Sunda

Sabtu, 8 November 2025 - 08:52 WIB

Gubernur Jabar dan Dirut KAI Kolaborasi Hadirkan “Kereta Petani dan Pedagang” untuk Jawa Barat

Jumat, 7 November 2025 - 19:46 WIB

Gubernur Jabar dan Dirut KAI Bahas Modernisasi Jalur Kereta Jakarta-Bandung Target Waktu Tempuh 1,5 Jam

Jumat, 7 November 2025 - 18:41 WIB

Gubernur Jabar Dukung Optimalisasi Jalur Nambo-Citayam

Berita Terbaru

Olivia Yuliana (tengah) bersama kerabat dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPOK, Dr. Dian Budiana, M.Pd.,

Berita Nasional

UPI Bebaskan UKT Mahasiswi Korban Banjir Bandang Sumatera Barat 

Selasa, 2 Des 2025 - 08:26 WIB