Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan Berpotensi Menang Fenomenal di Pilgub Jabar 2024

- Publisher

Jumat, 8 November 2024 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elektabilitas Paslon Lain Masih Jauh Tertinggal

Sementara itu, tiga pasangan calon lainnya, yakni:

•Ahmad Syaikhu – Ilham Akbar Habibie: 12,0%

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

•Acep Adang Ruhiyat – Gitalis Dwi Natarina: 6,5%

•Jeje Wiradinata – Ronal Surapraja: 5,3%

Masing-masing belum mampu menembus angka 15%. Sedangkan swing voters tercatat sebanyak 1,6%.

Faktor utama yang mendukung keunggulan Dedi – Erwan adalah tingginya tingkat pengenalan (92,1%) dan kesukaan (88,6%) terhadap Dedi Mulyadi. Menurut Toto, tingginya tingkat popularitas dan kesukaan ini berbanding lurus dengan dukungan yang merata di seluruh segmen demografis, baik dari segi gender, suku, agama, usia, tingkat pendidikan, penghasilan, hingga preferensi partai politik.

Baca Juga :  Belum Sepenuhnya Rampung, Ridwan Kamil Yakin Program Citarum Harum Tuntas di 2025

Menariknya, banyak pemilih partai lain seperti PKS, PDIP, dan PKB justru lebih memilih Dedi – Erwan, dengan rincian sebagai berikut:

•Pemilih PKS: 47,9%

•Pemilih PDIP: 71,8%

•Pemilih PKB: 62,1%

Tantangan Pesaing dan Potensi Money Politic

Toto menambahkan, meskipun masih ada waktu sekitar 20 hari hingga hari pemilihan, mengejar ketertinggalan elektabilitas sebesar ini dalam waktu singkat sangat sulit. “Biasanya, hanya tsunami politik atau money politic yang bisa mengubah peta elektabilitas secara drastis dalam waktu yang sangat terbatas. Namun, hingga saat ini belum terlihat adanya indikasi tsunami politik maupun praktik money politic yang signifikan,” jelas Toto.

Baca Juga :  Soekarno, Soekarnoisme dan KeIndonesiaan

Jika ada upaya money politic dari pesaing, Toto memperingatkan bahwa hal tersebut memerlukan dana sangat besar, bisa mencapai ratusan miliar, dan berisiko tinggi terkena diskualifikasi oleh KPU karena masuk kategori pelanggaran Terstruktur, Sistematis, dan Massif (TSM). “Biasanya, kandidat yang mempertimbangkan money politic adalah mereka yang selisih elektabilitasnya tidak jauh, sekitar 5-7%. Namun, dengan selisih lebih dari 20%, apalagi di atas 30%, langkah ini menjadi tidak efektif dan sangat berisiko,” tegasnya.

Penulis : Adi

Editor : Shireni

Berita Terkait

KDM Komitmen Hadirkan Akses Listrik untuk Seluruh Warga Jabar Tahun Depan
Tiga Calon Rektor UPI Adu Gagasan di Forum Terbuka, Siap Bawa Kampus Jadi Rujukan Asia 2030
Ketua Panitia Pilrek UPI: Tiga Besar Calon Rektor UPI Ditetapkan, Public Hearing Digelar 8 Mei
75 Tahun Indonesia – Thailand: Batagor dan Tomyum Adu Kelezatan di Pendopo Kota Bandung
Memperjuangkan Kemerdekaan Palestina Adalah Janji Sejak KAA 1955
Sekda Herman Suryatman: Hidupkan Kembali Bandung Spirit dalam Semangat Solidaritas dan Kemandirian
Sekda Herman Suryatman Tinjau Langsung PSU Kabupaten Tasikmalaya
Bupati Sumedang Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim dari IKAHI

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:39 WIB

KAI Daop 2 Bandung Siap Layani Pelanggan Pada Libur Akhir Pekan Dan Tahun Baru Islam 1448 H

Senin, 1 Juni 2026 - 15:14 WIB

Jumlah Pengguna Meningkat saat Libur Panjang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:15 WIB

Jajaran Manajemen KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan KA

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:07 WIB

KAI Commuter Sukses Angkut 1,3 Juta Pengguna di Area 2 Bandung Selama Periode Lebaran Tahun 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:18 WIB

Pecah Rekor!, Pengguna Commuter Line Bandung Lampaui Angka 1 Juta

Senin, 23 Maret 2026 - 11:32 WIB

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 94 Ribu Pelanggan Selama Dua Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:29 WIB

Penumpang Commuter Line Lokal Bandung Lebaran 2026 Tumbuh 6% Dibanding Tahun Lalu

Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:47 WIB

KAI Commuter Area 2 Bandung Layani Lebih dari 581 Ribu Pengguna Selama Angkutan Lebaran

Berita Terbaru

Berita Ekonomi

KAI Commuter beri sanksi perokok di KA Lokal Garut-Padalarang

Rabu, 3 Jun 2026 - 05:28 WIB

Berita Daerah

Jumlah Pengguna Meningkat saat Libur Panjang

Senin, 1 Jun 2026 - 15:14 WIB