“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam yang bisa dijadikan inspirasi dalam menciptakan produk kerajinan yang unik dan bernilai tinggi. Selain itu, tren global menunjukkan peningkatan permintaan terhadap produk kerajinan etik dan otentik yang bisa dimanfaatkan oleh perajin lokal,” jelasnya.
la juga menyebut bahwa rakernas sebagai momentum untuk menyinergikan program kerja Dekranas dengan berbagai program pemerintah, seperti digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kecil dan menengah (IKM) serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
“Melalui sinergi yang kuat, kita dapat membangun ekosistem industri kerajinan di daerah yang lebih solid, inovatif, dan berdaya saing tinggi,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menutup sambutannya, Wury mengharapkan kepengurusan mendatang bisa melanjutkan dan lebih memaksimalkan program kerja Dekranas periode 2019-2024.
“Rakernas tahun 2024 adalah rakernas terakhir kami sebagai pengurus Dewan Kerajinan Nasional masa bakti 2019-2024. Semoga apa yang dihasilkan dari rakernas tahun ini bisa menjadi acuan program kerja bagi kepengurusan Dekranas yang akan datang, yang insyaallah, dipimpin oleh Ibu Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka,”‘ sebutnya.
Sebelumnya, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 700 pengurus Dekranas dan Dekranasda provinsi/kabupaten/kota se-Indonesia, baik yang hadir langsung maupun bergabung secara daring.
“Perajin Muda, Lestarikan Warisan Budaya” dipilih menjadi tema rakernas sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendorong peran aktif generasi muda dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya melalui pengembangan industri kerajinan dari seluruh Indonesia.
Penulis : Adi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















