BANDUNG — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat komitmen membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Hal itu ditegaskan dalam kegiatan sosialisasi ZI yang digelar di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jumat (14/11) dan dihadiri Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Auditor Madya Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek, Eko Haryanto, menyampaikan bahwa UPI berada pada tahap awal pembangunan zona integritas, yaitu pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) dan pengunggahan dokumen kinerja ke aplikasi Inspirasi.
“Hari ini di UPI dirasakan salah satu tahap pembangunan zona integritas, di mana teman-teman mulai mengisi lembar kerja evaluasi dan memasukkan dokumen kerja ke aplikasi Inspirasi. Dokumen inilah yang nanti akan diusulkan ke tim penilai internal, kemudian ke tim penilai nasional,” ujar Eko.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Eko menjelaskan, penilaian ZI mengacu pada enam area perubahan, dengan target pemenuhan sekitar 75 poin untuk mencapai predikat WBK sebelum diajukan ke penilaian nasional.
“Tahapnya panjang, tapi pasti berhasil kalau ada komitmen kuat. Tantangannya adalah bagaimana pimpinan hingga jajaran di bawahnya punya satu pemahaman, satu komitmen, dan kerja bareng dalam membangun sistem yang antikorupsi dan melayani masyarakat,” tutur Eko.
Ia menambahkan, di tingkat perguruan tinggi, sebagian besar kampus sudah melakukan pencanangan ZI. Pada tahun ini, sembilan satuan kerja diusulkan ke Tim Penilai Nasional (TPN), dan tiga di antaranya masih bertahan dalam proses penilaian.
Penulis : Adi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















