Tiga Tahun INTI ‘Zero Control Deficiency dan Significant Deficiency’, Net Profit Hasil Financial Restructuring Melesat

- Publisher

Jumat, 20 Juni 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Lingkungan PT Inti

Suasana Lingkungan PT Inti

BANDUNG – PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) (”PT INTI (Persero)”) berhasil mencetak rekor kinerja dalam sejarah Perusahaan setelah mencatatkan Laba Tahun Buku 2024 (audited) sebesar Rp 960,6 miliar. Angka ini merupakan bukti sukses implementasi restrukturisasi keuangan serta Zero Significant Deficiency and Control Deficiency yang dilakukan selama tiga tahun terakhir.

“Alhamdulillah, rekor kinerja ini adalah bentuk komitmen PT INTI (Persero) yang telah berhasil ’menghijaukan’ buku Perusahaan. Hal tersebut pun divalidasi dengan Opini Laporan Keuangan Konsolidasian ‘Wajar Dalam Semua Hal Material’ untuk tiga tahun berturut-turut,” tutur Vice President Corporate Secretary PT INTI (Persero) Gema Alfarisi Deri, Jumat (20/06).

Baca Juga :  APBD Perubahan Jabar Tahun 2022 , Perlu Akomodir Penanganan PMK

Untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2024 (audited), PT INTI (Persero) berhasil mencatatkan Net Profit positif sebesar Rp 960,6 miliar. Selain itu, korporasi pun sukses mencatatkan perolehan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) yang signifikan mencapai Rp 974,54 miliar, serta perbaikan nilai Ekuitas menjadi sebesar Rp 267,72 miliar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pencapaian ini merupakan hasil dari implementasi restrukturisasi keuangan serta Zero Significant Deficiency and Control Deficiency yang dilakukan secara komprehensif selama tiga tahun terakhir, sekaligus mencerminkan dukungan Kreditor terhadap Perusahaan yang masih tinggi.

Baca Juga :  OJK KR 2 dorong Industri jasa keuangan ramah bagi Kaum Disabilitas

Vice President Internal Audit Group PT INTI (Persero) Erik Arfiansyah ikut menambahkan bahwa Zero Control Deficiency and Significant Deficiency yang diterapkan oleh PT INTI (Persero) merepresentasikan bahwa tidak ada kekurangan atau celah yang signifikan dalam aspek pengendalian karena semua pengendalian internal yang dirancang dan diimplementasikan telah berjalan dengan efektif.

Penulis : Adi

Editor : Shireni

Berita Terkait

Jawaban bagi Generasi Muda! Podomoro Park dan PT Shimizu Pembangunan Pratama Gandeng 6 Bank Nasional Hadirkan Hunian Terjangkau Berstandar Kelas Dunia
KAI Dan KAI Commuter Lakukan Penyesuaian Jadwal Commuter Line Walahar Per 1 Desember 2025
KAI Daop 2 Bandung Siapkan 12.782 Tempat Duduk per Hari pada Masa Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026
Diskon 20 Persen di Bulan November, KCIC Catat Rata-Rata Rombongan Per Hari Naik Dua Kali Lipat
104 Proyek Investasi di WJIS 2025 Bakal Jadi Magnet Investor Global
West Java Festival 2025 Suguhkan Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal Sunda
Gubernur Jabar dan Dirut KAI Kolaborasi Hadirkan “Kereta Petani dan Pedagang” untuk Jawa Barat
Gubernur Jabar dan Dirut KAI Bahas Modernisasi Jalur Kereta Jakarta-Bandung Target Waktu Tempuh 1,5 Jam

Berita Terkait

Senin, 1 Desember 2025 - 17:50 WIB

Jawaban bagi Generasi Muda! Podomoro Park dan PT Shimizu Pembangunan Pratama Gandeng 6 Bank Nasional Hadirkan Hunian Terjangkau Berstandar Kelas Dunia

Rabu, 26 November 2025 - 14:53 WIB

KAI Dan KAI Commuter Lakukan Penyesuaian Jadwal Commuter Line Walahar Per 1 Desember 2025

Minggu, 16 November 2025 - 09:17 WIB

Diskon 20 Persen di Bulan November, KCIC Catat Rata-Rata Rombongan Per Hari Naik Dua Kali Lipat

Senin, 10 November 2025 - 19:21 WIB

104 Proyek Investasi di WJIS 2025 Bakal Jadi Magnet Investor Global

Minggu, 9 November 2025 - 10:37 WIB

West Java Festival 2025 Suguhkan Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal Sunda

Sabtu, 8 November 2025 - 08:52 WIB

Gubernur Jabar dan Dirut KAI Kolaborasi Hadirkan “Kereta Petani dan Pedagang” untuk Jawa Barat

Jumat, 7 November 2025 - 19:46 WIB

Gubernur Jabar dan Dirut KAI Bahas Modernisasi Jalur Kereta Jakarta-Bandung Target Waktu Tempuh 1,5 Jam

Jumat, 7 November 2025 - 18:41 WIB

Gubernur Jabar Dukung Optimalisasi Jalur Nambo-Citayam

Berita Terbaru

Olivia Yuliana (tengah) bersama kerabat dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPOK, Dr. Dian Budiana, M.Pd.,

Berita Nasional

UPI Bebaskan UKT Mahasiswi Korban Banjir Bandang Sumatera Barat 

Selasa, 2 Des 2025 - 08:26 WIB