BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan emission free zone atau zona bebas emisi di lingkungan Gedung Sate, tiap Kamis-Jumat.
Dimana program ini akan dimulai pada pekan ini, sebagai pengganti program sebelumnya, Friday Free Car.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan, emission free zone akan dilakukan perdana saat gelaran West Java Festival (WJF) 2024, sebagai stimulus mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke kendaraan listrik atau sepeda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekaligus menggantikan program Friday Car Free yang sejak Mei lalu, belum berjalan efektif di Gedung Sate.
“Kami evaluasi, sejujurnya yang Jumat bebas kendaraan tidak terlalu efektif. Teman-teman (masih) ada yang (bawa kendaraan) parkir di Pusdai, dimana, kami tahu lah. Di drop di depan. Yaudah kita masih tetap zero emission tapi dua hari. Boleh sepeda atau motor dan mobil listrik boleh masuk,” ujar Bey Machmudin usai Bewara Jawa Barat (BEJA) Volume 9, bertajuk West Java Festival 2024 di Taman Museum Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 20 Agustus 2024.
Sementara Kepala ESDM Jabar Ai Saadiyah Dwidaningsih menerangkan, Emission Free Zone di Gedung Sate tiap Kamis-Jumat merupakan bagian upaya Pemprov untuk mengurangi emisi yang disebabkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Secara bertahap kata dia, usai di Gedung Sate aturan serupa juga akan diterapkan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jabar.
“Mudah-mudahan kalau ini berhasil, kita akan replikasi ke tempat lain bahkan ke kabupaten/kota. Sehingga seluruh Jawa Barat semangatnya sama,” tandasnya.
Penulis : Tono
Editor : Dhardiana


















