“Dari 1.200 itu, 900 organik. Artinya kalau diolah dari awal, dari hulu. Sangat mengurangi lagi. Itu harus ditanamkan ke masyarakat kita semua dan juga darurat sampah ini harus kita perhatikan bahwa ini lagi harus diperhatikan. Harus ada pengolahan sampah metode baru,” ucapnya.
Kebakaran TPAS Sarimukti Tak Kunjung Padam, Pemprov Jabar Akan Evaluasi
Sementara mengenai kebakaran yang terjadi di TPAS Sarimukti, dia mengaku pihaknya terus berupaya melakukan pemadaman. Mengingat masa tanggap darurat level provinsi akan berakhir pada 24 September mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemadaman masih terus, hari ini ada water bombing. 5-20 persen. Sampai 24 September untuk daruratnya. Jadi kita berusaha agar sampai 24 (September) semoga bisa padam,” terangnya.
Dia menambahkan, bila nantinya sampai akhir pekan ini api di TPAS Sarimukti tak kunjung padam. Pihaknya akan kembali melakukan evaluasi, terkait skema yang telah dilakukan. Termasuk perpanjangan masa tanggap darurat, guna merampungkan persoalan ini.
“Kalau tidak padam, kita akan evaluasi apakah perlu diperpanjang atau tidak. Lihat tanggal 24. Apakah sudah padam atau hampir padam, semoga,” ucapnya.
Selama proses ini, Bey Triadi mengimbau kepada empat wilayah yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, KBB dan Kota Cimahi harus mengurangi produksi sampah. Supaya tidak memberatkan kapasitas TPAS Sarimukti, yang hingga kini belum dapat beroperasi maksimal akibat kebakaran.
“Harus, dengan kota-kota empat itu komitmen kepala daerah mengurangi 50 persen sampahnya untuk dikirim ke Sarimukti. Jangan hanya mengandalkan Sarimukti,” harapnya.
Penulis : Ton
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


















