“Pemberlakuan one way tergantung situasi dan kondisi di lapangan. Sebelumnya kami telah menentukan jadwal sesuai dengan waktu yang direncanakan. Namun, sebelum jadwal yang ditentukan, kepadatan lalu lintas sudah mulai terjadi. Oleh karena itu, kebijakan di lapangan langsung diterapkan dengan pemberlakuan one way nasional. Kami harap para pemudik tidak menunggu kapan one way diberlakukan. Kemarin sempat terjadi kepadatan karena pemudik menunggu pemberlakuan one way, padahal rekayasa ini diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Saat ini, pihak Polri, Kementerian Perhubungan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait terus memantau situasi. Berdasarkan informasi dari Jasa Marga, diperkirakan sebanyak 2,1 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta hingga H+2 Idulfitri 2025. Hingga pagi ini, tercatat 1,2 juta kendaraan telah melintas, yang berarti sekitar 60% arus mudik telah terjadi.
“Skema rekayasa lalu lintas seperti one way, contra flow, dan ganjil-genap diharapkan dapat memperlancar arus mudik tahun ini,” harapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai salah satu BUMN utama dalam Operasi Ketupat 2025, PT Jasa Raharja turut mendukung kelancaran arus mudik dengan berbagai upaya mitigasi risiko kecelakaan. Direktur Operasional PT Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, mengingatkan para pemudik untuk memahami rekayasa lalu lintas yang diberlakukan oleh Korlantas Polri dan Jasa Marga, serta mengikuti instruksi petugas di lapangan.
“Keselamatan perjalanan adalah prioritas utama. Kami mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, mengikuti aturan rekayasa lalu lintas yang berlaku, serta tidak ragu untuk beristirahat di rest area jika merasa lelah. Dengan kepatuhan dan kesadaran bersama, kita bisa menciptakan mudik yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” ujar Dewi.
Editor : Shireni
Sumber Berita : Humas Jasa Raharja
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















