Kompensasi Pemerintah Pusat Untuk PMK Dialokasikan untuk Peternak Kecil

- Publisher

Rabu, 16 November 2022 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi-sapi-pmk

ilustrasi-sapi-pmk

GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut tengah melakukan pendataan hewan ternak yanh mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk diusulkan mendapat kompensasi dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Sofyan Yani menjelaskan, tidak semua peternak yang hewannya mati akibat PMK mendapat kompensasi.

“Kompensasi itu hanya akan diberikan kepada peternak kecil,” ujarnya beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sofyan Yani mengatakan, pemerintah pusat akan memberikan dana kompensasi sebesar 10 juta per ekor, untuk ternak sapi atau kerbau yang mati karena PMK.

Baca Juga :  HUT ke-62 Jasa Raharja, Dodi Apriansyah: Selalu Berikan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Kendati demikian, bantuan tersebut dikhususkan bagi peternak kecil, dengan kepemilikian kurang dari 15 ekor sapi. Selain itu, setiap peternak hanya bisa mendapatkan kompensasi maksimal untuk lima ekor ternak yang terdampak PMK.

“Untuk mendapat penggantian (kompensasi), harus ada bukti bahwa ternak tersebut benar-benar mati karena PMK,” katanya.

Menurut Sofyan pendataan dilakukan secara ketat. Setiap pengusulan harus ada laporan ke dinas, dengan pernyataan kepemilikan ternak oleh kepala desa.

Baca Juga :  Kepala BNPB Pastikan Kualitas dan Kuantitas Bantuan untuk Pakistan

“Petugas akan memastikan ternak itu benar-benar mati karena PMK, yang dinyatakan oleh dokter hewan,” tegas dia.

Berdasarkan data Satuan Tugas Pengendalian dan Penanggulangan PMK Kabupaten Garut, per 19 September 2022, jumlah ternak yang mati akibat PMK di daerah itu mencapai 464 ekor. Sementara ternak yang dipotong bersyarat mencapai 483 ekor.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut telah memberikan kompensasi atau dana kerohiman, untuk mengganti 174 ekor ternak yang mati dari 130 peternak.

Berita Terkait

Guru Honorer, Jangan Khawatir UU 20/2023 Tentang Penghapusan Tenaga Honorer
Mahasiswa Unpad Kembangkan Suplemen Cegah Stunting dari Tulang Ikan Bandeng
Jasa Raharja Samsat Rancaekek Lakukan CRM Ke PT Nirwana Srikandi Utama
Jasa Raharja Bandung Tindak Lanjuti FKLL dan Diskusi Terkait Keselamatan di Perlintasan Sebidang Bersama Staf Khusus PT KAI
Jasa Raharja Jabar Sosialisasi Aplikasi JR Care Di RSU Harapan Keluarga
Jasa Raharja Bandung Hadir Dalam Kegiatan Rapat Rekonsiliasi Kendaraan Dinas Pemprov Jawa Barat
Jasa Raharja Santuni Ahli Waris Kecelakaan di Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung Barat
Perkuat Sinergi, Jasa Raharja Perwakilan Purwakarta Anjangsana Ke RS Siloam Purwakarta